Buah syahadatain dalam kehidupan

Masyarakat Tholhah Nuhin
Buah syahadatain dalam kehidupan
Buah syahadatain dalam kehidupan © Anubhab Roy | Dreamstime.com

Bagaimana meraih buah syahadatain dalam kehidupan di dunia? Setelah makna syahadat mengakar dalam jiwa seorang mukmin, maka akan bermunculan dahan-dahan ‘Inqilab syakhshy’ (revolusi diri) yang semakin kokoh dan mempesona.

Revolusi diri atau perubahan secara totalitas yang dibangun di atas pondasi keimanan akan berdampak pada semua lini kehidupan seorang mukmin. Baik secara individu, keluarga, masyarakat dan sampai tingkat perbaikan bangsa.

Muslim yang memiliki kekuatan syahadatain

Seorang muslim yang memiliki kekuatan syahadatain dalam dirinya, ia akan mempesona di hadapan Rabbnya dan manusia lain. Pesona-pesona Islam selalu menghiasi lembaran kehidupannya.

Apapun jabatannya, apapun nasabnya dan apapun sukunya, ia senantiasa menawan dengan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan Islam. Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”

(Quran surah al-Baqarah, 2:208)

Dan bahtera keluarga yang dinahkodai pasangan suami istri yang memiliki pemahaman dan kesadaran yang utuh tentang makna syahadatain, maka akan semakin kokoh dan tenang dalam mengarungi samudra rumah tangganya.

Buah syahadatain dalam kehidupan

Pulau mawaddah rahmah dan pelabuhan sakinah adalah tujuan utama dan cita-cita yang diharapkan. Allah SWT berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

(Surah an-Nahl, 16:97)

Bangunan individu dan keluarga yang kokoh merupakan tonggak awal kebaikan dalam bangunan masyarakat. Karena salah satu kompenen utama atau variabel yang mempengaruhi buruk dan baiknya sebuah masyarakat adalah kembali kepada kwalitas individu dan keluarga yang berada di tengah-tengah masyarakat tersebut.

Dan akhirnya, fenomena kekuatan syahadatain dalam sebuah masyarakat, menjadi gambaran sebuah bangsa. Bangsa yang kokoh adalah bangsa yang di mana setiap individu dan keluarga yang hidup di dalamnya, memiliki kekuatan pemahaman akan makna syahadatain dan semangat mengimplementasikan dalam realitas kehidupannya.

Penyair Arab berkata:

“Bangsa itu tergantung akhlak dan moralnya, Apabila moral dan akhlak bangsa itu hilang maka hilanglah eksistensi bangsa tersebut.”

Maka, bisa dikonklusikan bahwa buah syahadatain adalah adanya perbaikan dalam:

  • Individu muslim
  • Keluarga muslim
  • Masyarakat muslim
  • Bangsa dan negara