Budaya Santri menata sandal di masjid

Budaya Kkartika Sustry 04-Agu-2020
Budaya Santri © Yudhistirama | Dreamstime.com

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan pahala. Mulai dari hal terkecilpun bisa mendatangkan pahala dan berkah. Budaya menata sandal di masjid menjadi suatu keunikan bagi para santri. Apalagi ketika mereka menyaksikan sandal kiayi yang ada di masjid mereka akan berlomba menjadi santri yang menata sandal kiayi alih-alih untuk mencari berkah sang guru.

Budaya ini memang sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Dikisahkan seorang sahabat bernama Salam hidup di masa Baginda, dia selalu datang lebih dulu hanya untuk merapikan dan membalik posisi sandal Rasulullah.

Hal itu dilakukan setiap hari sehingga membuat Rasulullah SAW penasaran untuk mengetahui siapa yang melakukan itu. Setelah mengetahui bahwa sang penata sandal itu adalah Salam, Rasulullah mendoakannya agar menjadi orang alim dalam ilmu dan fikih.

Berkah tidak bisa diukur secara kasat mata, tetapi kita bisa merasakan nikmatnya jika hidup kita berkah. Setiap insan menginginkan hidupnya berkah, maka banyak hal yang bisa kita lakukan yakni dengan membudayakan menata sandal di masjid. Ketika kita memiliki ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, maka itu juga bagian dari berkah seorang guru.

Memburu berkah dari seorang guru dengan hal yang ringan ketika di masjid. Seseorang yang kita beri kebaikan tanpa kita mintapun mereka akan memdoakan kebaikan kepada kita, lalu hadirlah ketenangan dan kebaikan bagi kita inilah wujud dari berkah.

Budaya para santri ini juga terjadi di pesantren Jawa, Indonesia. Namun, di lingkungan Sumatera Selatan juga tidak dipungkiri mulai menular. Bahkan bukan hanya untuk para kiayi tetapi juga para santri sendiri mendisiplinkan diri untuk menata sandal mengarah keluar ketika tiba di masjid.

Menurut salah seorang ustaz di Ma’had Izzatuna, Palembang, Ustaz Dasram Effendi, Lc, MA; budaya santri menata sandal ini juga mengajak para santri untuk efesien secara waktu ketika selesai salat mereka bisa segera mengejar aktivitas lain. Artinya, para santri dapat menghargai waktu mereka meskipun singkat.

Menata sandal di masjid merupakan budaya yang baik. Sehingga sandal terlihat rapi dan indah. Umat Islam tentunya menyukai sesuatu yang indah, hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang artinya: “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (Hadis riwayat Muslim)

Nah, berdasarkan hadis ini, keindahan bisa meliputi pengetahuan maupun prilaku. Prilaku baik hendaknya untuk selalu ditiru dan ditularkan. Termasuk budaya menata sandal di masjid.

Oleh karena itu, mari kita lakukan kebaikan dalam hidup kita dimulai dari diri sendiri dan saat ini. Jadilah manusia yang menghabiskan waktu hidup untuk selalu bermanfaat bagi orang lain.