Buruknya hasad – bukan akal sehat

Iman Roni Haldi Alimi 28-Okt-2020
dreamstime_s_36639295
Buruknya hasad - bukan akal sehat © Antonio Guillem | Dreamstime.com

Mungkinkah sebelas bintang, matahari, dan bulan dilanda fobia? Kenyataan lahirnya tak mampu ditutupi. Ketakutan berlebihan telah menyelimuti perasaan saudara-saudara Nabi Yusuf a.s.

Nabi Yusuf a.s kecil disimpulkan sangat berbahaya bagi eksistensi mereka di rumah dan dihadapan ayah mereka.

“Bunuhlah Yusuf atau buanglah ia ke suatu tempat agar perhatian ayah tertumpah kepadamu, dan setelah itu kamu menjadi orang yang baik.”

(Surah Yusuf, 12: 9)

Takut berlebihan dan kondisi dilematik

“Fobia adalah perasaan takut berlebihan dan tidak masuk akal terhadap suatu objek maupun situasi yang sebenarnya tidak menimbulkan bahaya,” terang Dr. Yusra Firdaus.

“Akal, waktu akan dihabiskan memikirkan objek yang ditakutinya. Fobia adalah kondisi psikologis yang berdampak merusak, baik secara fisik maupun mental. Fobia dapat menurunkan kepercayaan diri dan harga diri seseorang, mengganggu hubungan dengan orang sekitar, dan menghambat produktivitas.”

Kondisi dilematik telah berlangsung. Juru bicara hasil mufakat jahat melancarkan syubhat tingkat tinggi.

“Mereka berkata: Wahai Ayah kami! Mengapa engkau tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami semua menginginkan kebaikan baginya. Biarkanlah ia pergi bersama kami besok pagi, agar ia bersenang-senang dan bermain-main, dan kami pasti menjaganya.”

(Surah Yusuf, 12: 11-12)

Dr. Fuad al-Aris berkata, “Hadapi lawan bicaramu dengan mengungkapkan persoalan besar yang bisa menyudutkannya dan menempatkannya dalam situasi kejiwaan yang sulit. Kemudian ajukan permintaan yang engkau inginkan sehingga lawan bicaramu akan mengabulkan permintaanmu.”

Perkataan Dr. al-Aris ini relevan dengan apa yang diperbuat saudara-saudara Yusuf a.s pada ayah mereka. Kiranya tak berlebihan bila episode ini dinamakan ‘Bukan akal sehat’. Ketakutan akut melanda Nabi Ya’qub a.s, seturut operasi penyingkiran dilancarkan anak-anaknya.

Doa dijauhi dari buruknya hasad

Tatkala rencana disepakati bulat atau jadi mufakat,bakal terwujudlah apa yang ingin mereka dapat. Visi yang mereka gadang-gadang: agar kasih sayang sang ayah berpaling dari wajah Yusuf a.s lalu tumpah ruah buat mereka.

Di lain pihak, dilema pun hadir. Ini bersebab sang ayah juga nabi mengantarkan ujian perpisahan. Ada desiran terasa meski selalu ditutupi sangkaan baik. Ini karena mereka semua tetaplah buah hati sendiri.

Seturut dilema pada Nabi Ya’qub a.s, sebuah sekongkol jahat rapi ditutupi. Akal sehat ditaklukkan hasad sedarah. Hasad bersebab cemburu sepele berakibat penyingkiran puluhan tahun.

Pelajaran berharga untuk kita, bahwa rumah seorang nabi saja belum tentu aman dari api hasad yang bergolak membakar hati anak-anaknya. Apalagi rumah kita hanya orang biasa bukan siapa-siapa.

Kisah hasad di rumah Nabi Ya’qub a.s seakan menegur keras kita akan perlunya sikap waspada dan menutup semua celah lahirnya hasad di hati keturunan kita. Berdoalah kepada Allah Yang Berkuasa atas seluruh hati manusia, agar keturunan kita dijauhi dari buruknya hasad yang membara.