Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Cari fokus dan solusi

Keluarga 13 Jan 2021
Opini oleh Komiruddin
Cari fokus dan solusi
Cari fokus dan solusi © Helder Almeida | Dreamstime.com

Jika kita menemukan masalah, maka yang pertama kali harus dilakukan adalah mengenal akar masalah tersebut. Tidak mengetahui akar masalah itu adalah masalah itu sendiri.

Jika akar masalah sudah ditemukan, maka penyelesaiannya harus dimulai dari akar masalah itu.

Cari fokus dan solusi

Jika kita tahu penyebab mogoknya mobil itu adalah karena accunya soak. Maka perbaikannya harus fokus pada accunya. Jangan mengganti busi, atau oli atau memeriksa mesinnya padahal telah diketahui penyebabnya accu.

Memeriksa atau mengganti selain accu hanya akan menguras energi dan membuang tenaga sementara hasil sulit didapatkan. Apalagi kalau sampai ganti ban dan bongkar mesin.

Itulah sebabnya mengapa setiap Rasul ketika diutus yang diserukan pertama kali adalah memperkenalkan kalimat Laa ilaha illallah kepada kaumnya. Melakukan ibadah hanya kepada-nya.

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.”

(Surah al-Anbiyaa, 21:25)

Yaitu seruan kepada kalimat tauhid. Sebab kalimat tersebut adalah akar dari seluruh permasalahan manusia. Bila itu selesai, akan selesai seluruh masalah di belakangnya.

Jika dalam rumah tangga ada masalah antara suami dan istri, maka penyelesaian yang benar adalah dengan menyelesaikan permasalahan di tingkat mereka berdua.

Temukan akar masalah

Jangan pernah membawa permasalahan ke tingkat yang lebih bawah dengan melibatkan anak-anak, sementara permasalahan ada di tingkat orang tuanya. Sebab bisa jadi bagi anak-anak hal itu tidak ada masalah. Melibatkan anak-anak dalam pusaran masalah akan memperumit masalah itu sendiri.

Namun membiarkan permasalahan tidak kunjung selesai itu masalah lain. Sebab bisa jadi anak-anak tersebut memiliki idola sendiri karena kedekatan dan perhatian. Ini akan membuat masalah semakin rumit.

Sebab akan membuat anak-anak terbelah dan bisa jadi saling berseteru antara loyalis ayah atau ibu. Kondisi seperti ini pasti akan membuat rumah tangga tidak nyaman karena berebut pengaruh.

Akan ada saling curiga-mencurigai, mata-mematai bahkan jegal-menjegal. Dan biasanya anak-anak lebih memihak kepada ibu, karena kasih sayang dan perhatiannya yang lebih. Sementara bapak bisanya hanya marah-marah dan menyebar ancaman..

Dan sebagai pimpinan rumah tangga, seorang ayah tidak boleh menyalahkan anak-anaknya bila ternyata di antara mereka lebih cenderung memihak kepada ibunya.

Jadi, untuk menyelesaikan suatu masalah, temukan akar masalahnya, fokus pada pada pemecahannya dan jangan melibatkan unsur yang tidak ada kaitannya dengan masalah tersebut.