Cermin dalam sebuah keluarga

Keluarga 22 Mar 2021 Roni Haldi Alimi
Pilihan oleh Roni Haldi Alimi
Cermin dalam sebuah keluarga
Cermin dalam sebuah keluarga © Odua | Dreamstime.com

Cermin adalah sebuah benda sederhana namun sangat berarti. Dalam keseharian sering dipakai diambil manfaat darinya. Cermin dapat memantulkan bayangan seseorang atau benda dengan sempurna.

Itulah alasannya, cermin digunakan sebagai ukuran melihat penampilan seseorang. Apakah sudah sempurna atau masih ada kekurangan yang mesti diperbaiki. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:

 “Seorang mu’min merupakan cermin bagi saudara mu’min yang lain.”

(Hadis riwayat Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad)

Cermin dalam sebuah keluarga – santun dan sabar

Dalam sebuah keluarga, cermin adalah tempat kita saling melihat segala kebaikan dan kotoran dari wajah pasangan kita. Ruang untuk mensyukuri kelebihan kita dan memperbaiki kekurangan pasangan kita. Ada banyak pelajaran berharga dari keberadaan sebuah cermin.

Cermin itu Santun. Lihatlah, ketika kita berdiri di hadapannya. Siapapun yang berdiri di hadapannya tak pernah ia jengkel, hardik marahi. Cermin tetap melayani sepenuh hati.

Dalam rumah tangga, setiap kekurangan bukannya dihadapi dengan kekesalan berujung emosi sepihak apalagi dikotori sumpah serapah. Kekurangan pasangan kita adalah kekuatan tersembunyi yang belum tersalurkan energinya.

Cermin itu Sabar. Perhatikanlah, berapa lama pun kita berdiri di hadapannya ia tak pernah bosan, mengeluh menyesal. Ia tetap sabar menunggu menanti tanpa jemu. Berbagai tingkah dan gaya orang yang berdiri di hadapannya, cermin tetap berdiri tegap, tak goyah tak goyah.

Sebuah kesabaran sangat diperlukan dalam rumah tangga, sabar yang kesalingan. Suami sabar dengan sikap dan tutur kata istrinya, begitu juga sebaliknya istri sabar terhadap sikap dan tutur suaminya.

Cermin setia dan amanah

Sabar itu bukan berarti kalah atau menang. Dan sabar juga bukan berati ada yang tinggi atau ada yang rendah. Namun sabar suami dan istri dalam menjalani rumah tangga adalah pembelajaran kedewasaan yang merupakan tuntutan tiada henti.

Cermin itu Setia. Pukul berapa pun kita butuh kepadanya ia tetap melayani dengan setia. Jika kita ke sebuah instansi atau lembaga untuk sesuatu keperluan, tentu kita dapati waktu buka dan waktu tutup pelayanannya.

Walau ada sebagaian mengumumkan buka layanan 24 jam, namun tetap berganti shift piketnya. Sulit menandingi kesetiaan pelayanan sebuah cermin. Tak ada namanya setia di kala senang bahagia.

Setia itu biasanya diukur dilihat pada saat masalah dan kesulitan menghantam menghimpit. Kesetiaan dalam rumah tangga akan selalu ditagih diuji untuk mengokohkan kasih sayang di antara keduanya.

Cermin itu Amanah. Adakah sebuah cermin menceritakan kekurangan dan aib orang yang pernah berdiri di hadapannya? Ternyata, cermin tak pernah mengumbar menebar aib orang yang berdiri sebelumnya kepada siapa saja yang kemudian berdiri di hadapannya. Semua kekurangan, keburukan dan aib ia pendam sembunyikan dalam-dalam. Tak pernah ia membongkar lalu sebar luaskan.

Dalam setiap setiap rumah tangga pasti ada menyimpan rahasia. Mengumbar kekurangan apalagi aib pasangan tentu sangat bertolak belakang dengan sifat amanah. Saling menjaga menutup kekurangan dan aib pasangan adalah keharusan mutlak dalam sebuah keluarga.

Cermin jujur dan pasangan hidup

Cermin itu Jujur. Apa yang ada di hadapannya, itu lah yang ia tampilkan tanpa ada kamuflase. Memutarbalikkan fakta keaslian adalah lawan seteru dari kejujuran. Cermin tak pernah bohong, ia selalu memantulkan tampilan sesungguhnya dari setiap objek yang ada di hadapannya.

Jika yang bercermin seorang nenek-nenek, cermin tetap akan menampakkan kerutan kulit wajah yang menandakan tuanya usia. Berbeda jika yang menggunakannya seorang gadis beliau, pasti cermin akan menampilkan kesegaran kulit wajah sebagai pertanda mudanya usia.

Kejujuran suami dan istri sangat membantu keutuhan rumah tangganya. Kalimat ‘Tiada dusta di antara kita’ terasa sangatlah cocok dijadikan sebagai slogan kejujuran dalam rumah tangga. Karena kejujuran membawa mengantarkan kepada kebaikan dan syurga.

Pasangan hidup itu cerminan diri. Cermin sebuah rumah tangga adalah cermin diri dari pasangannya. Cermin diri yang baik; santun, sabar, setia, amanah dan jujur. Jika cermin diri dijaga agar tak sampai retak apalagi pecah, utuh dan kokohlah rumah tangga didapat.

Cermin diri seorang suami dijaga dibersihkan oleh istri, begitu juga hendaknya seorang suami menjaga merawat cermin diri istrinya. Saling menjaga merawat cermin diri akan mengantarkan kepada syurga; kebaikan tertinggi.