Cinta kepada harta secara berlebihan

Masyarakat Umri
Terbaru oleh Umri
Cinta kepada harta secara berlebihan
Cinta kepada harta secara berlebihan © Oleg Chumakov | Dreamstime.com

Harta kekayaan bukanlah suatu yang dilarang dalam ajaran Islam. Bahkan sudah menjadi fitrahnya manusia berkeinginan untuk memiliki banyak harta dalam kehidupan.

Islam juga tidak melarang untuk menjadi orang kaya harta, namun Islam juga mengajarkan untuk selalu kaya hati.

Cinta kepada harta secara berlebihan

Kaya hati inilah yang menjadi tolok ukur kekayaan seseorang dalam hidup. Harta yang banyak bisa jadi sangat bermanfaat jika di tangan orang yang baik. Namun, sebaliknya harta yang banyak di tangan orang yang salah akan menjadi malapetaka bagi orang di sekelilingnya.

Nabi Muhammad SAW sudah mengingatkan dalam sabdanya, bahwa:

“Sebaik-baik harta berada di tangan orang yang beriman.”

(Hadis riwayat Ahmad)

Hadis ini mengajarkan setidaknya dua hal, pertama, anjuran bagi orang beriman untuk banyak harta, supaya harta digunakan untuk menebar banyak kebaikan. Kedua, kalau ada harta hendaklah menjadi orang yang baik dan memanfaatkan hartanya untuk sesuatu yang baik pula.

Selama harta digunakan untuk amal saleh maka harta kekayaan itu baik. Pamer harta, menumpuk-numpuk harta, bersaing kemewahan dengan harta dan berlebih-lebihan dalam harta sangat dilarang dalam agama, sebab Allah SWT tidak suka dengan orang yang berlebih-lebihan. Bukankah setiap sesuatu yang berlebihan selalu merugikan?

Dalam sejarah Islam, banyak orang-orang yang mulia karena hartanya, seperti sahabat nabi Utsman Bin Affan r.a, Abdurahman Bin Auf r.a, Sayyidah Khadijah r.a dan lain sebagainya. Namun, terdapat juga orang yang terjerumus karena hartanya, seperti Qarun yang tenggelam bersama hartanya.

Dalam al-Quran secara khusus dijelaskan tentang kebuasan manusia dalam urusan harta, yakni dalam surah at-takatsur. At-takatsur adalah persaingan antara dua orang atau lebih yang saling pamer harta kekayaan, memperbanyak hiasan serta usaha untuk memilikinya sebanyak mungkin tanpa menghiraukan norma dan nilai-nilai agama.

Berlebih-lebihan dengan harta

Harta tidak akan pernah memberikan kepuasan kepada pemiliknya, bahkan hingga masuk ke dalam kubur sekalipun (lihat Quran, surah at-takatsur ayat 2). Hadis Qudsi bertutur:

“Seandainya anak adam memiliki dua lembah yang penuh emas, niscaya ia pasti menginginkan lembah ketiga, tidak ada yang memenuhi rongga (ambisi) anak adam kecuali tanah.”

(Hadis riwayat Muslim)

Al-Quran mengingatkan untuk selalu berhati-hati, jangan berlebihan dengan harta kekayaan. Sungguh kelak di alam akhirat semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya. Pandanglah dunia hanya sebatas tempat singgah dan lahan untuk menanam kebaikan, yang kelak akan dipanen di negeri akhirat.

Tetaplah kaya namun hiduplah dengan sederhana, tetap kaya namun selalu rendah hati. Sehingga engkau dicintai di hadapan Allah SWT dan manusia. Sederhana bukan berarti kotor, kekurangan, miskin, namun sederhana adalah sikap seseorang yang tidak berlebihan.

Kaya namun suka berbagi untuk sesama, kaya namun hartanya untuk ibadah, kaya namun gemar bersedekah. Muslim yang kaya lebih dicintai daripada muslim yang lemah.

Gunakan harta sebagai alat untuk mencapai kebahagiaan di alam dunia dan akhirat, jangan menjadikan harta sebagai tujuan hidup. Sebab kepada Allahlah kelak semua akan kembali, tujuan akhir perjalanan manusia adalah Allah SWT.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.