Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Dakwah dan hati nurani

Islam 08 Jan 2021
Komiruddin
Dakwah dan hati nurani
Dakwah dan hati nurani © Wasim Al-Nahlawi | Dreamstime.com

Ketika segala cara sudah dilakukan kaum kafir Quraisy untuk meredam lajunya dakwah Rasulullah SAW tidak membuahkan hasil, kepanikan mereka sudah sampai puncaknya.

Apalagi mereka mengetahui bahwa bani Hasyim dan bani Muththallib akan menjaga Rasulullah SAW mati-matian apapun resikonya.

Memboikot dakwah Rasulullah SAW

Karena itu mereka berkumpul di kediaman bani Kinanah yang terletak di lembah Mahshib. Mereka berjanji untuk tidak melakukan transaksi apapun terhadap bani Hasyim dan bani Muththallib.

Mereka tuangkan perjanjian tersebut dalam sebuah lembaran yang mereka gantungkan di dinding Kakbah. Selama kurang lebih 3 tahun mereka memboikot Rasulullah SAW, para sahabat dan siapa saja yang berpihak kepada mereka dari bani Hasyim dan bani Muththallib.

Pemboikotan itu berupa kesepakatan mereka untuk tidak menikahi atau menikahkan, tidak membeli atau menjual dari dan kepada mereka. Tidak bergaul dan berbaur, tidak memasuki rumah atau berbicara dengan mereka.

Banyak kalangan yang menyesalkan keputusan ini. Apalagi saat mereka melihat penderitaan bani Hasyim dan bani Muththallib. Sebab akibat pemboikotan ini wabah kelaparan menimpa mereka.

Saking tidak adanya makanan, mereka harus mengkonsumsi dedaunan dan kulit hewan sehingga kotoran mereka keluar seperti kotoran binatang.

Tapi apa daya, kekuatan penguasa membungkam mulut setiap ada yang akan memprotes dan menghalangi kemauan mereka. Mereka yang memiliki hati nurani memberikan bantuan secara diam-diam. Ada yang melepas kuda yang penuh dengan bahan makanan ke lembah tersebut.

Dakwah dan hati nurani

Ada yang mengendap-endap di malam buta sambil membawa apa yang dibutuhkan. Bahkan ada yang terang-terangan datang mengulurkan bantuan, tapi dihalangi kaum kafir Quraisy.

Hati nurani tak dapat dibohongi. Ia selalu berkata jujur dan akan berfatwa sesuai dengan fitrah manusia. Hati nurani inilah yang mendorong lima orang tokoh Quraisy keluar membatalkan perjanjian dan mengakhiri pemboikotan.

Mereka adakah, Hisyam bin Umar bin Harits, Zuhair bin Umayyah, Muth’im bin Adi, Abul Bukhtury bin Hisyam dan Zama’ah bin Al Aswad.

Berkata Zuhair bin Umayyah di tengah halayak ramai, “Wahai penduduk Mekah, apakah kita bersenang-senang, makan dan minum, sedangkan bani Hasyim dan bani Muththallib kita biarkan binasa, tidak bisa menjual dan membeli apa-apa. Demi Allah aku tidak akan tinggal diam sebelum merobek naskah yang zalim itu.”

Itulah hati nurani. Ia selalu berkata, “Kira-kira bagaimana perasaanku jika aku berada di posisinya.”

Maka, sebelum bersikap bertanyalah kepada hati nurani. Agar sikap yang kita ambil tidak menuai badai dan menimbulkan penyesalan.