Damaskus: kota dengan lapan pintu gerbang

Timur Tengah Muhammad Walidin
560px-Bab_Sharqi,_Damascus
Damaskus: kota dengan lapan pintu gerbang - Bab al-Sharqi © CC BY-SA

Damaskus sebuah kota dengan lapan pintu gerbang? Mendengar bahwa kota tua Damaskus, sebagai ibu kota Dinasti Umayyah di Timur (661-750 M) memiliki lapan pintu gerbang atau ‘bab’, saya mencoba mencoret-coret bentuk oktagonal pada sebuah kertas.

Saya menemukan bahwa kota tua ini memang memerlukan lapan pintu gerbang untuk berbagai keperluan.

Damaskus: kota dengan lapan pintu gerbang

Gerbang Tuma

Damaskus pernah menjadi bagian dari peradaban Kristen Romawi sampai tahun 635 Masehi (M). Menyaksikan Bab Tuma atau Gerbang Tuma di bagian utara (Timur Laut) kota tua Damaskus adalah juga menyaksikan peninggalan Kristen yang berdampingan secara damai dengan pemeluk Islam di kota ini sejak kedatangan Khalid bin Walid pada tahun 636 M.

Penyebutan Gerbang Tuma kabarnya diambil dari nama Thomas, salah satu dari 12 rasul dalam kepercayaan Kristen. Sebagian lagi menyebutkan bahwa Thomas merupakan pemimpin Romawi di masa itu. Saat ini, Gerbang Tuma masih berdiri kokoh setelah melalui berbagai zaman penaklukan yang berganti ganti.

Gerbang Kecil atau Bab al-Shaghir

Berlawanan dengan Gerbang Tuma di utara kota, ada Bab al-Shaghir (Gerbang Kecil) di bagian selatan kota.  Dikatakan sebagai gerbang kecil karena memang ukurannya lebih kecil di antara 8 gerbang yang ada.

Tak jauh dari gerbang ini, terdapat makam beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW dan beberapa makam Khalifah Dinasti Umayyah.

Gerbang Timur atau Bab al-Syarqi

Di timur kota Damaskus, terdapat Bab al-Syarqi atau Gerbang Timur. Gerbang ini mengingatkan kita pada saat pertama kali Khalid bin Walid r.a datang ke Damaskus untuk membebaskan kota ini.

Khalid datang dari utara Jazirah Arab dan masuk ke kota Damaskus melalui gerbang ini. Dapat dibayangkan pula usia gerbang ini.

Gerbang al-Jabieh

Simetris dengan gerbang Timur, di Barat terdapat pula Gerbang al-Jabieh. Nama gerbang diambil dari nama penduduk desa Jabieh yang kerapkali melewati gerbang tersebut. Terdapat kesamaan bentuk antara Gerbang al-Jabieh dengan Gerbang Timur. Kemungkinan pembangunan gerbang ini berada dalam waktu yang sama.

Lengkap sudah pintu gerbang kota Damaskus, keempat penjuru mata angin telah diberi gerbang untuk mengontrol arus keamanan dan penduduk kota.

Gerbang al-Farj atau Bab al-Faraj

Namun, nampaknya pemimpin yang berkuasa masih perlu menambahkan akses lain dengan membangun pintu gerbang di tempat lain. Salah satunya adalah Bab al-Faraj atau Gerbang al-Farj  di arah Barat Laut kota Damaskus.

Gerbang ini juga dikenal dengan nama Bab al-Manakhiliyah dan Bab Bawajiyah. Fungsinya adalah untuk akses arus ekonomi dan juga keperluan pertahanan, di mana musuh dapat dikelabui dengan keberadaan gerbang ini.

Gerbang Surga atau Bab al-Firdaus

Ketiga gerbang lainnya yang dibangun adalah Gerbang Surga (Bab al-Firdaus), Gerbang Perdamaian (Bab al-Salam), dan Gerbang Kemenangan (Bab al-Nasr). Gerbang Surga  telah ada sejak masa Romawi. Kabarnya terdapat banyak kebun dan kanal air yang mengelilingi gerbang ini. Karena indahnya, ia disebutlah ia Gerbang Surga.

Tak heran, di dekat gerbang ini dibangun gedung tempat berkumpul pejabat pemerintahan (al-Umara’). Dengan demikian, gerbang ini disebut juga Bab al-Amara. Gerbang ini juga terletak di utara kota, tepatnya di wilayah Barat Laut.

Gerbang Perdamaian atau Bab al-Salam

Bab al-Salam atau Gerbang Perdamaian disebut sebagai peninggalan Romawi, tapi ada juga yang menyebutnya bangunan dari Nurudin Zangi dari Turki Usmani pada tahun 1164 M. Gerbang ini terletak di Timur Gerbang Firdaus dan sebelah barat gerbang Tuma.

Kalau dilihat dari peta, lokasinya juga berarti berada di utara kota Damaskus.  Banyaknya pintu gerbang di wilayah utara bisa dimaknai pentingnya pertahanan dan akses menuju wilayah bersebelahan seperti Romawi Barat.

Gerbang Kemenangan atau Bab al-Nasr

Gerbang Kemenangan (Bab al-Nasr) terletak di selatan Bab al-Farj dibangun sejak adanya pasar al-Hamidiyah. Bab al-Nasr ini mengalami kehancuran pada masa Turki Usmani.

Pencarian informasi tentang gerbang kemenangan ini seringkali mengacu pada gerbang Damaskus di kota suci Yerusalem. Keduanya memang memiliki nama yang sama dengan lokasi yang berbeda.

Demikianlah gerbang-gerbang tua yang mengeliingi kota tua Damaskus sebagai bukti betapa strategisnya kota ini sehingga menjadi wilayah yang sering kali diperebutkan berbagai penguasa.