Dampak negatif sifat ujub 

Kesejahteraan Mental 25 Feb 2021 Tholhah Nuhin
Tholhah Nuhin
Dampak negatif sifat ujub 
Dampak negatif sifat ujub © Chih Yuan Wu | Dreamstime.com

Sifat ujub merupakan sifat yng sangat tercela, karena dampak  yang diakibatkan oleh sifat ini. Bahkan, dampak dari sifat ini tidak hanya terjadi dalam tataran individu saja, melainkan juga akan sangat mempengaruhi amal-amal islami.

Berikut ini rincian dari kedua dampak tersebut.

Dampak negatif sifat ujub 

Pertama, dampak negatif secara individu (pada pelakunya).

Jatuh pada sifat sombong dan terperdaya

Terombang-ambing dalam sifat yang buruk dan tidak mau melakukan evaluasi dan auto kritik pada dirinya. Apalagi selalu bersama orang-orang yang memiliki sifat ujub secara kolektif.

Terproteksi dari taufik Allah SWT

Sifat Ujub yang dimiliki sesorang, berarti dia sangat bangga dengan apa yang diberikan Allah SWT dan pada akhirnya tidal lupa sumber nikmat yang diamanahi. Seperti kasus Qorun yang dia selalu mengatakan ‘semua yang miliki karena sebab keilmuanku.’

Munculnya kebencian terhadap orang lain

Sikap Ujub yang dilakukan seseorang, bisa dikatakan bahwa 100% orang yang melihat dan menyaksikannya dipastikan tidak menyukai dan sangat membenci sikap buruk ini. Maka yang terjadi di masyarakat adalah kebencian orang lain. Beda kalau kita termasuk orang yang terbiasa menebarkan akhlak mulia di  masyarakat.

Allah SWT sangat mencintai dan juga penduduk langit dan buminya akan mencintainya. Dan sebaliknya bila Allah membenci hambanya, semua penduduk langit dan bumi akan membencinya.

Mendapat azab dari Allah SWT

Rasa ujub dan sombong bisa menjadi sebab turunnya azab. Seperti cerita hadis di bawah ini.

“Ketika seorang lelaki berjalan dengan menggunakan jubah yang ia kenakan, dan berjalan dengan rasa ta’ajub dengan rambutnya yang menjulai, lalu ia ditelan (oleh bumi), dan ia akan tetap berguncang-guncang (di dalam perut bumi) hingga datang hari kiamat.”

(Hadis riwayat Imam Al-Bukhori)

Ringkih dan rapuh saat menghadapi ujian

Seorang yang memiliki sifat ujub dan sombang dalam kehidupannya, tidak mempersiapkan ruhiah yang kuat. Saat ujian dan musibah datang, tidak ada solusi dan makhraj (jalan keluar) dari ujian ini.

Beda dengan orang yang bertakwa dan selalu melakukan kebaikan dalam kehidupannya. Niscaya Allah SWT akan selalu bersamanya. Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”

(Quran surah an-Nahl, 16:128)

Kedua, dampak negatif terhadap amal-amal  islami.

Secara minimal, ada dua pengaruh negatif dari penyakit hati ini:

  1. Mengurangi produktifitas amal. Hal ini dikarenakan kecenderungan orang bekerja secara individu
  2. Rapuhnya solidaritas dalam bangunan amal secara bersama