Dapatkan rida Allah SWT dengan menjaga lisan

Kehidupan Contributor 02-Jun-2020
Boy Learning
ID 121189319 © Rawpixelimages | Dreamstime.com

Mengungkapkan kata-kata yang baik dari lisan akan lebih enak didengar daripada melontarkan kata-kata kasar yang mampu menyakiti hati. Berbicara yang baik memang membutuhkan keterbiasaan sehingga membuat lisan menjadi biasa untuk selalu mengungkapkan kalimat-kalimat yang baik dan menenangkan. Sama halnya jika lisan sudah terbiasa untuk berbicara kasar, maka kebiasaan itu akan terus berlanjut jika di dalam diri tidak juga berusaha untuk memperbaiki atau merubah kebiasaan buruk tersebut.

Di dalam Islam sendiri pun sudah diatur bagaimana cara berbicara yang baik atau adab untuk berbicara yang baik. Sehingga ketika bisa untuk melaksanakan adab-adab tersebut, bukan saja diri sendiri yang akan mendapatkan kebaikan dari Allah SWT, tetapi juga orang yang mendengar bicara kita juga akan senang karena telah mendengarkan perkataan yang baik.

Adab berbicara di dalam Islam

Berikut ini adalah adab-adab berbicara di dalam Islam yang patut untuk diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan berdebat – Di dalam sebuah pembicaraan terkadang kita tidak bisa menghindari adanya perdebatan. Namun, Rasulullah SAW pernah bersabda di dalam hadits Abu Dawud, bahwa walaupun anda benar, namun akan lebih baik jika menghindar atau meninggalkan perdebatan tersebut karena Allah SWT akan menjaminnya dengan sebuah istana yang berada di sekitar surga bagi mereka yang meninggalkan perdebatan tersebut.

Jujur – Jujur di dalam berbicara akan membuat orang lain yang mendengar juga akan selalu percaya. Kejujuran ini sebaiknya tidak hanya dilakukan di dalam perkataan, tetapi juga ketika sedang bercanda sekali pun. Nabi Muhammad SAW pun pernah bersabda bahwa dengan bicara yang jujur akan memberikan kebaikan dan bisa mengantarkan orang yang berbicara jujur tersebut ke surga. Dan orang yang selalu berbicara jujur akan dicatat di sisi Allah SWT sebagai orang yang jujur.

Janganlah memotong pembicaraan – Ketika ada orang yang sedang berbicara dengan yang lain dan anda juga ingin mengajaknya berbicara, maka tunggulah ia hingga menyelesaikan pembicaraannya tersebut dan jangan lah memotong pembicaraan mereka. Selain karena tidak sopan, hal ini juga akan menampakkan keegoisan.

Jaga lisan, ini manfaatnya

Dengan menjaga lisan dari pembicaraan yang buruk maka akan banyak manfaat yang bisa didapatkan. Apa saja manfaat tersebut?

Menunjukkan kemuliaan – Apa yang diucapkan akan menunjukkan kepribadian dari diri orang tersebut. Bahkan Rasulullah SAW telah memberikan suri tauladan yang baik kepada umat Islam, yakni dengan selalu menjaga lisan. Dengan menjaga lisan, maka kemuliaan tersebut bisa didapatkan melalui pandangan orang lain dan tentunya Allah SWT.

Dapat lebih dekat dengan Allah SWT – Siapa yang tak ingin menjadi umat Islam yang selalu dekat dan disayangi oleh Allah? Allah menyukai akan kebaikan, termasuk di dalamnya adalah berbicara yang baik. Dengan berbicara yang baik, maka Allah pun akan meridhoi apa yang anda lakukan dan ketenangan hati pun bisa didapatkan.

Bagian dari sedekah – Bersedekah itu tidak melulu dalam bentuk harta. Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa: “Sampaikanlah walau hanya satu ayat.” Yang berarti agama memerintahkan untuk menyampaikan kebaikan walaupun jumlahnya hanya sedikit.

Jaminan Surga – Menjaga lisan dengan selalu menyampaikan hal-hal baik dan selalu menghindari atau menentang akan adanya keburukan, maka Allah SWT akan memberikan jaminan surga kepada orang tersebut.

Mengatakan kebaikan dan menghindari akan perkataan buruk merupakan cerminan sebagai manusia yang dimuliakan Allah SWT. Ia tidak ingin orang yang mendengar merasa sakit hati, justru ia ingin lisannya selalu bisa menebarkan kebahagiaan bagi siapa saja yang mendengarnya.