Dari Lukman – nasehat kepada anak dan akhlak yang baik

dreamstime_s_12252119
Tujuh nasehat Lukman kepada anaknya © Distinctiveimages | Dreamstime.com

Lukman al-Hakim adalah seorang yang sangat bijak. Namanya menjadi nama surah ke 31 dari 114 surah dalam Al-Quran. Sebagian orang mengenal Lukman bahwa beliau seorang Nabi, namun sedikit sekali pendapat yang menyatakan Lukman seorang Nabi. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa Lukman bukanlah seorang Nabi.

Dari mana Lukman berasal? Ada yang mengatakan beliau berasal dari Nuba, dari penduduk Ailah. Ada yang mengatakan dari Etiopia, ada lagi yang mengatakan seorang Ibrani, ada yang mengatakan dari Mesir selatan yang berkulit hitam.

Profesinya pun diperselisihkan ada yang mengatakan pengumpul kayu, tukang kayu, dan juga pengembala. Paling masyhur, Lukman al-Hakim dikenal dengan kata-kata bijak dan perumpamaan-perumpaannya.

Ada tujuh nasehat Lukman yang bisa menjadi contoh bagi semua orang tua, nasehat kehidupan yang bisa dipakai sepanjang zaman. Terdapat di dalam al-Quran surah Lukman ayat 13, 16,17,18, dan 19. Nasehat itu ialah:

Jaga tauhid kepada Allah SWT

Lukman memulai nasehatnya dengan menekankan perlunya menghindari syirik. Nasehatnya dalam bentuk larangan “Wahai anakku, jangan mempersekutukan Allah SWT” untuk menekankan dan meninggalkan sesuatu yang buruk sebelum melaksanakan yang baik. Sebuah pondasi utama bagi anak untuk mengenal Allah dan tidak meninggalkan Allah.

Balasan setiap perbuatan (baik dan buruk)

Lukman menginginkan anaknya untuk selalu menjaga akhlak baik berupa perkataan dan perbuatan. Sebab sekecil apapun perbuatan baik dan buruk akan ada balasannya, walaupun sebesar biji sawi yang berada dalam batu karang.

Dirikan salat

Benteng kehidupan yang diajarkan Lukman berikutnya ialah salat. Lukman berkata: “Wahai anakku, dirikanlah salat”. Merupakan benteng tauhid, benteng kehidupan, benteng amal baik adalah salat. Jika baik salat seorang anak maka baik semua amalnya yang lain.

Amar makruf nahi munkar

Menyuruh mengerjakan makruf, mengandung pesan untuk mengerjakannya karena tidaklah wajar menyuruh sementara diri sendiri tidak melakukannya. Demikian juga mencegah kemungkaran menuntut kepada yang melarang untuk lebih dulu mencegahnya.

Bersabarlah

Lukman menginginkan anaknya untuk menjadi anak yang sabar, selalu menahan diri dari segala jenis emosi. Allah SWT sangat mencintai orang-orang yang sabar.

Jangan sombong

Kali ini Lukman mengajarkan soal akhlak kepada anaknya, jangan memalingkan muka dan jangan berjalan dengan angkuh. Manusia tercipta dari tanah, kesombongan bukan pakaian manusia. Apapun yang sudah dicapai bukan jadi alasan untuk berlaku sombong.

Suara lembut

Akhlak berikutnya adalah suara lembut , tutur kata yang baik wujud dari akhlak yang sempurna. Untuk tidak berteriak sekuat kemampuannya, tapi dengan suara yang pelan namun tidak juga berbisik.

Demikianlah, nasehat Lukman kepada anaknya. Mencakup akidah, syariat, dan akhlak tiga unsur ajaran al-Quran. Hendaklah sebagai orang tua kita bisa belajar untuk menjadi orang tua yang bijak, mengajarkan anak dengan nasehat-nasehat yang mulia. Nasehat Lukman bisa dijadikan pedoman untuk menasehati anak-anak di rumah kita.