Dari tiada bekal ada

Islam 05 Jan 2021 Roni Haldi Alimi
Opini oleh Roni Haldi Alimi
Dari tiada bekal ada
Dari tiada bekal ada © Odua | Dreamstime.com

Kita semua bermula dari ketiadaan. Tak pernah disebut dibicarakan. Tak miliki nama apalagi kenamaan. Itulah kita sebelum ada karena tiada tak miliki sesuatu apa-apa.

Atas kasih sayang Allah SWT kemudian kita mulai ada, disebut diberikan sebuah sebutan dengan ‘janin’. Walau telah dimulai proses keberadaan, namun kita tak berarti apa-apa tanpa Rahman dan Rahim-Nya.

Proses keberadaan kita

Dari setetes mani bertahap menjadi segumpal darah, kemudian berubah meningkat menjadi segumpal daging. Dari segumpal daging, berubah tambah lebih baik menjadi berbentuk tulang menyusun daging berwujud tubuh sempurna yang kemudian disebut manusia.

Tak cukup sampai di situ Rahman dan Rahim-Nya, tubuh sempurna berikutnya dianugerahi ruh, agar menjadi lebih sempurna. Setelah sembilan bulan dalam penjagaan terbaik oleh seorang yang bernama ini, maka tubuh yang telah ditiupkan ruh kemudian dilahirkan ke dunia.

Maka sungguh lengkaplah kesempurnaan kita, semuanya atas Rahman dan Rahim-Nya. Apakah sampai di situ saja? Tidak, yang ada pasti akan tiada. Karena kita membawa serta sifat fana yang artinya punah tak bersisa.

Kita, apa yang kita punya, semua yang telah diraih digenggam akan menemui mengalami nasib yang sama seperti kita pemiliknya. Jangankan yang kita telah raih miliki dalam genggaman, diri kita sendiri tak ada daya kekuatan untuk mengelak menjauh dari kepunahan dan ketiadaan.

Siapakah yang beruntung?

Siapa yang memperoleh keuntungan dunia akhirat sebenarnya? Hanya mereka yang beriman dan baik imun imannya saja yang akan mampu memahami dan memantapkan hati dan diri.

Bahwa setelah kebinasaan dan ketiadaan akan ada kehidupan berikutnya yang jauh lebih menjanjikan karena telah dijanjikan oleh Yang Maha Menepati Janji lagi Maha Adil dan Bijaksana.

Sejalan dengan pemberitahuan Allah SWT dalam firman-Nya :

“Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

(Surah al-Baqarah, ayat 28)

Mari kita renungi sebuah ungkapan yang berbunyi :

‘Jangan takut akan tiada

Karena dari tiada bekal ada

Jangan bangga bila berada

Karena yang ada akan tiada

Sebabnya adalah semuanya fana

Kecuali Allah Yang Maha Pencipta.’