Didik anak di usia rebung, sebelum berubah menjadi bambu

Kehidupan Roni Haldi Alimi 06-Okt-2020
dreamstime_s_117209778
Didik anak di kala masih dipanggil rebung © natthawut nungensanthia | Dreamstime.com

Rebung atau bambu?  Artikel ‘Didik anak di usia rebung, sebelum berubah menjadi bambu’ ini akan menjelaskan tentang keduanya. Tentu kita tak asing lagi dengan tumbuhan yang satu ini.

Sangat mudah dijumpai dan enak dijadikan makanan, dikonsumsi, digulai santan pakai ikan. Tanaman yang mengandung karbohidrat, protein dan asam amino ini memiliki khasiat sebagai preventif penghambat berbagai jenis penyakit, salah satunya kanker.

Rebung orang menyebutnya. Rebung adalah tunas yang masih muda atau anak bambu yang tumbuh dari umbi akarnya. Ia biasanya tumbuh di celah-celah kaki induk dalam rumpunnya. Yang menariknya, anak bambu atau rebung dapat mudah dibentuk, diparuhkan di saat ia masih jadi anak bambu atau masih berupa rebung.

Berubah dari rebung menjadi bambu

Karena saat masih bernama Rebung, struktur isi dan kulitnya masih lembut dan boleh diambil dijadikan olahan makanan sehari-hari. Namun, jika rebung telah tua rupanya pun berubah. Kulitnya dan isinya keras dan tingginya pun menjulang ke angkasa. Ditambah lagi namanya pun sudah beralih berubah dari rebung menjadi Bambu.

Perhatikanlah ketika rebung telah berubah berganti menjadi bambu, ia akan keras kulitnya dan kosong isi tegahnya. Dulu ketika masih rebung sangat mudah dibentuk. Namun saat telah berubah menjadi bambu, apabilah dipaksa dibnetuk dibengkokkan, bambu itu akan pecah atau patah karena keras kulit dan isinya.

Begitulah tamsil hikmah bagi kita manusia dalam kehidupan kesehariannya. Lebih dekat lagi contohnya dalam sebuah keluarga, seakan bambu hadir ingin mengajarkan cara mendidik kepada kita selaku orangtua. Seakan hendak berujar berpesan:

‘Sesungguhnya anak itu dididik, dibentuk dan dibina di kala kecil masih seusia rebung’.

Didik anak di kala masih dipanggil rebung

Anak yang masih dalam rumpun di celah-celah kaki induknya, anak bambu yang masih lembut kulit dan isi dalamnya. Bukan ketika rebung telah berubah berganti nama menjadi bambu sama seperti induknya, yang telah kosong isi dalamnya, keras kulit luarnya. Jika dibentuk dan dibengkokkan, akan melawan berbalik arah hingga dirinya pecah rusak tak seperti sedia kala.

Wahai orangtua, didiklah anakmu di kala mereka masih dipanggil dan disebut rebung. Masih mudah dilihat dan diawasi tindak tanduknya. Masih mampu dibentuk dan diusahakan perangai karakternya. Jangan tunggu mereka berganti berubah nama menjadi bambu, akan keras karakter dan tinggi keangkuhannya.

Bimbing dan binalah mereka saat masih hanya dipanggil anak bambu dengan didikan agama, agar mereka dan anak keturunannya tidak menyimpang lari dari pola hidup selamat bahagia di dunia dan akhirat. Didiklah anak kita sebelum berubah berganti nama, agar tiada sesalan tak berguna.