Digitalisasi Al-Quran

Digitalisasi Al-Quran © Fajri Hidayat | Dreamstime.com

Di era milenial ini, banyak sekali kecanggihan teknologi yang berkembang mulai dari aspek bisnis, pembelajaran hiburan sampai ke aspek ibadah. Bukan hal tidak mungkin semua informasi yang kita butuhkan bisa didapatkan hanya lewat Android atau iOS saja. Tidak bisa dielakkan lagi bahwa dunia sudah canggih kemajuan di berbagai negara juga semakin pesat.

Revolusi industri 4.0 memang menuntut segala macam hal bertransformasi ke digital. Hal tersebut membuat bentuk lama terdisrupsi seperti halnya ojek manual yang tidak bergabung dengan aplikasi daring (online) semakin menurun penumpangnya. Tokoh tokoh besar juga memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini. Perubahan dari manual ke digital merambah juga kepada Al-Quran.

Hasil penelitian Muchlis Hanafi, ketua Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) menilai bahwa al-Quran cetak memiliki kelebihan sakralitas yang tetap terjaga, sedangkan al-Quran digital tidak demikian. Kita pegang al-Quran tidak ada nuansa sakralitasnya. Jika kita pegang al-Quran secara langsung maka kita tidak berani membawa ke toilet, berbeda dengan al-Quran digital dalam aplikasi Android/iOS maka kita akan dengan mudah membawa ke toilet.

Namun, ditinjau dari aspek pendidikan manfaat digitalisasi Al-Quran banyak sekali. Dengan al-Quran digital pada Android dan iOS sehingga memudahkan orang-orang dekat dengan al-Quran. Minimal mempermudah bagi kalangan awam yang jarang membaca al-Quran seperti pegawai-pegawai kantoran yang sering berpergian ini sangat membantu.

Bahkan, bagi para penuntut ilmu atau mahasiswa yang sedang belajar Al-Quran. Kecanggihan teknologi seperti ini juga sangat diminati baik dari kalangan akademisi maupun bagi para orang awam. Aplikasi yang ada di Android atau iOS juga dilengkapi dengan fitur terjemahan, tafsir dan pelajaran ilmu tajwid serta audio. Hal ini sangat membantu sekali dalam meningkatkan ibadah.

Perkembangan tekhnologi digitalisasi Al-Quran membantu umat Islam agar lebih dekat dengan al-Quran. al-Quran dalam Android/iOS berupa gelombang yang ditampilkan kemudian hilang, berbeda dengan mushaf. Imam Nawawi r.a mengatakan mushaf adalah setiap benda yang terdapat tulisan al-Quran sehingga bisa dipelajari secara khusus dan nyata seperti kertas, kain, plastik, papan, tiang, tembok dan sebagainya.

Masyarakat saat ini sudah dimanjakan teknologi kegiatan belajar secara khusus yang dulunya didapatkan dengan perjalanan jauh sekarang cukup dengan memainkan otot jari. Namun, tetap saja kita tidak boleh terlena dengan kecanggihan teknologi tersebut untuk kegiatan ibadah khusus pada waktu yang senggang. Kita tetap menggunakan Al-Quran berbentuk cetak dengan nilai kesucian yang tinggi. Di mana para pembaca akan tetap berwudu ketika membuka dan membaca al-Quran.