Dilema sekolah swasta di masa pandemi

Cerita Terbaik Minggu Ini Kkartika Sustry 06-Agu-2020
Sebuah sekolah swasta di Jakarta Barat © Stivanus Med Ferdiyanto | Dreamstime.com

Masa  normal baru setelah mengalami gejolak perekonomian secara menyeluruh pasca wabah COVID-19 yang sampao saat ini belum usai. Tentunya hal ini berimbas kepada seluruh sektor perindustrian termasuk lembaga pendidikan.

Indonesia menjadi salah satu penyebaran COVID-19 dengan skala tinggi, sehingga harus mengambil tindakan penanganan dengan stay at home. Dengan demikian banyak sekali sekolah-sekolah melakukan belajar metode daring. Pembelajaran dengan metode ini tetap menjadi acuan nilai akademis para siswa hingga penentuan kenaikan kelas.

Akibat dari wabah COVID-19 ini juga, 50% sekolah swasta di Indonesia mengalami penurunan terkhusus dari aspek keuangan. Banyak sekali yang menjadi faktor hal tersebut terjadi. Banyaknya para orangtua yang menunggak pembayaran spp karena tidak ada pekerjaan atau di phk. Bahkan mereka menuntut untuk pemotongan pembayaran spp anak dengan alasan belajar kurang efektif.

Pihak sekolahpun kesulitan dalam mengurus keuangan di masa seperti ini. Melihat kasus dari orang tua yang terlambat membayar SPP ini menjadi sebab nasib para guru yang akhirnya terancam tidak digaji. Miris sekali, nasib para guru harus menanggung juga wabah ini. Pembelajaran di sekolah tetap berjalan meskipun dengan metode daring.

Mengamati kondisi seperti ini, pemerintah hendaknya memperhatikan nasib para guru honorer di sekolah swasta. Ditambah lagi bulan Juli adalah masa penerimaan siswa baru. Sehingga para pengurus sekolah berlomba mencuri perhatian orangtua untuk mendapatkan peserta didik baru. Dengan segala keterbatasan akses untuk promosi, pihak sekolah hanya melakukan via online atau memanfaatkan sosmed. Maka terlihat jelas dilema pengurus sekolah swasta yang nasib sekolahnya sedang diujung tanduk, ancaman berat bisa menerima para murid baru sedikit bahkan para guru yang tidak menerima gaji untuk tiga bulan terakhir.

Pemerhati pendidikan hendaknya memberikan bantuan kepada para guru tersebut bisa berupa sembako ataupun akomodasi belajar daring berupa kuota internet. Sama-sama kita berdoa semoga wabah ini segera berakhir dan kita tetap istikamah memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini dengan tetap berdiam dirumah. Namun, tetap melakukan hal produktif yang bisa dilakukan dirumah bisa berupa menulis, atau melukis dan hal-hal yang bermanfaat.