Dome of the Rock: Batu pijakan Mikraj Nabi Muhammad SAW

Sejarah 12 Mar 2021 Muhammad Walidin
Terbaru oleh Muhammad Walidin
Dome of the Rock: Batu Pijakan Mikraj Nabi Muhammad SAW
Kiri, Masjid al-Aqsa. Kanan, Dome of the Rock: Batu Pijakan Mikraj Nabi Muhammad SAW © Meunierd | Dreamstime.com

Setiap tanggal 27 Rajab, ummat Islam selalu memperingati peristiwa Isra Mikrajnya Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini adalah hal yang tampak musykil bila saja tidak digambarkan dalam al-Quran, surah al-Isra’, ayat 1:

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan  Maha Melihat.”

Perjalanan Mikraj Nabi Muhammad SAW pada malam itu dimulai dari sebuah tempat di pelataran Masjid al-Aqsa. Di sana, ada sebuah batu (Sakhra’)  yang dianggap sebagai batu pijakan saat Baginda yang menunggangi Buraq bertolak menuju sidratul muntaha.

Perjalanan spritual ini sangatlah sublim karena Rasulullah SAW bertemu (bukan melihat) dengan Allah SWT, para malaikat, para nabi sebelumnya, dan akhirnya menerima perintah salat lima waktu.

Penamaan Dome of the Rock

Pada masa pemeritahan dinasti Umayyah (691-715 Masehi), tempat bertolaknya nabi pada peritiwa mikraj tersebut dibangun oleh khalifah Abdul Malik bin Marwan (memerintah tahun 685-705 M) dan dilanjutkan oleh putranya, Walid (memerintah 705-715 M).

Khalifah ini memerintahkan arsitek sekaligus teknisi bernama Raja bin Haywah, ulama dari Bait Syi’an dan Yazid bin Salam, muslim non Arab asli Yarussalem. Bentuk bangunan yang dipilih adalah oktagonal atau segi delapan.

Pada awalnya, bangunan ini dibuat tanpa dinding. Baru pada masa Abbasiyah, bangunan ini disempurnakan dengan dinding dengan keramik dan ubin.

Bangunan yang berada di dalam kompleks Masjid al-Aqsa ini bisa juga disebut dengan Masjid Umar. Namun, ia sering di salahkira sebagai Masjid Al-Aqsa. Sekarang ia terkenal dengan nama Masjid Qubatt as-Sakhra’ atau Kubah Batu.

Dalam edisi bahasa Inggris, ia diberi nama Dome of the Rock. Dalam keyakinan orang Yahudi, ia diberi nama Temple Mount atau Gunung Kuil. Penamaan Qubbat as-Sakhra’ ini karena kubah tersebut melindungi batu yang berada di bawahnya, dan dianggap bersejarah oleh ummat Islam dan Yahudi.

Arsitektur Dome of the Rock

Bangunan yang berseberangan dengan Masjid al-Aqsa ini memang unik dan berbeda dari bangunan masjid lainnya. Bentuknya yang oktagonal khas arsitektur Bizantium abad ke 7 menyerupai bangunan gereja.

Kubahnya berwarna kuning emas berdiameter 20 meter. Interior dan exterior masjid ini dipenuhi oleh mozaik, ubin, keramik, dan plakat logam serta kaligrafi yang indah.

Kubah sebagai icon bangunan ini dipercantik oleh pemerintahan Yordania tahun 1965. Kubah dari perunggu alumunium dilapisi dengan emas murni. Jadilah kubah masjid ini sebagai salah satu kubah yang paling menawan di dunia.

Bagian dalam Dome of the Rock

Ternyata, kubah emas itu disangga oleh empat pilar besar dan 12 pilar kecil menyerupai pagar yang mengelilingi batu datar (as-Sakhra). Nah, batu datar berukuran 56 x 42 kaki  itulah yang oleh orang Islam dianggap sebagai pijakan saat Nabi Muhammad SAW bertolak ke Sidratul Muntaha.

Sementara ummat Yahudi meyakini bahwa batu tersebut merupakan tempat Nabi Ibrahim a.s menyembelih Nabi Ismail a.s sebagai persembahan Qurban.

Yang lebih menarik lagi, di bawah batu datar tersebut terdapat sebuah ruangan atau gua dengan luas 4.5 m2 dan tinggi 1.5 meter. Ada tangga untuk menuju ke sana. Walaupun ia berbentuk ruangan gua, tapi ia diberi nama Well of Souls atau Bi’r al-Arwah yang artinya ‘Sumur Arwah’.

Sebuah mitos yang berkembang mengatakan bahwa para arwah menunggu di ruangan ini sampai tiba hari kiamat. Menurut kaum Talmud, di bawah gua itu terdapat pusat air yang sangat besar.

Tak heran bila ada yang mengatakan bahwa bila kita menempelkan telinga ke dindingnya, akan terdengar gemercik air yang mengalir. Bahkan ia dikatakan sebagai gambaran sungai yang mengalir di Surga. Semoga suatu saat kita bisa berkunjung ke Dome of the Rock.