Dosa dan istighfar – wanita bertanya dengan Abu Hurairah r.a

Kehidupan Umri 20-Sep-2020
dreamstime_s_112806502
Dosa dan istighfar - wanita bertanya dengan Abu Hurairah r.a © Psisaa | Dreamstime.com

Suatu hari seorang wanita pezina dan pembunuh, bertanya kepada Abu Hurairah r.a: “Wahai Abu Hurairah, aku telah melakukan dosa besar, apakah aku masih bisa bertaubat?” tanya wanita bercadar itu kepada Abu Hurairah.

“Dosa apa yang telah engkau lakukan?” sahut Abu Hurairah r.a. “Aku telah berzina dan membunuh anak dari hasil dari perzinaanku!” jawab wanita itu. Mendengar pengakuan wanita itu, Abu Hurairah berkata: “Celakalah engkau yang telah membunuh anakmu. Demi Allah, tobatmu tidak akan diterima.”

Setelah mendengar jawaban itu, wanita tersebut menjerit dan pingsan. Abu Hurairah r.a menyesal dengan perkataannya, sebab telah lancang berfatwa padahal Rasulullah SAW masih ada di sekitar tempat tersebut.

Keesokan harinya, Abu Hurairah r.a bergegas menemui Rasulullah SAW dan berkata: “Ya Rasulallah, semalam ada seorang wanita yang datang kepadaku meminta fatwa tentang masalah ini itu!” Lalu Abu Hurairah menceritakan kisah yang telah terjadi semalam kepada Rasulullah.

Setelah mendengar kisahnya, Rasulallah SAW berkata: “Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un, Demi Allah engkau telah celaka dan mencelakakan orang lain”. Bagaimana pendapatmu tentang ayat ini:

“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),

(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah al-Furqan, ayat 68-70)

Setelah mendengar perkataan Rasulullah SAW ini, Abu Hurairah r.a langsung mencari wanita yang menemuinya semalam. Dia bertanya ke setiap orang tentang wanita dan ciri-ciri wanita itu. Sikapnya dalam mencari wanita itu membuat orang terheran-heran sampai anak kecil pun berkata: “Abu Hurairah sudah gila!”

Hingga, pada suatu malam Abu Hurairah r.a menemukan wanita itu, dan mengabarkan perihal perkataan Rasulullah SAW kepadanya. Kabar ini membuat hatinya sangat gembira dan menjerit kegirangan. Kemudian wanita itu berkata: “Aku punya sebidang tanah, akan aku sedekahkan kepada kaum muslimin untuk menebus dosaku!” Wanita pezina itu akhirnya bertaubat dengan sungguh-sungguh dan penuh penyesalan. Ia senantiasa memperbaiki amalnya hingga akhir hayatnya.

“Maha suci Allah SWT, atas segala pengampunan-Nya. Allah akan mengampuni dosa anak Adam sekalipun dosa itu sudah mencapai langit dan bumi.” (Hadis riwayat at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Ampunan yang tiada bertepi dan ampunan yang tiada terbatas adalah ampunan dari Allah SWT. Sebagian orang meragukan istighfar, mungkin akan bertanya: Apakah cukup dengan istighfar? Bukan. tapi mulailah dengan istighfar.

Dosa yang dimiliki manusia menjadi penghalang rezeki, membuat hidup terasa susah, masalah tidak pernah terselesaikan dan impian lambat tercapai. Barangkali ada banyak dosa yang telah dilakukan, mulai saja dengan istighfar (Astaghfirullahal’azhiim) sebanyak mungkin dan sesering mungkin.