Dua langkah meraih bahagia

Timur Tengah Roni Haldi Alimi
Opini
Dua langkah meraih bahagia
Dua langkah meraih bahagia © Евгений Вершинин | Dreamstime.com

Setiap pernikahan membawa misi kebahagiaan. Itulah hal yang ingin diraih bersama sepasang anak manusia yang telah disatukan dalam sebuah rumahtangga.

Namun masih ada yang bertanya pada dirinya, Mengapa kebahagiaan itu begitu sukar hadir dalam istana yang telah di bina bersama, walau hanya sekedar menyapa? Atau mengapa bahagia itu semakin terasa menjauh? Atau mengapa bahagia itu begitu susah diraih?

Dua langkah meraih bahagia

Pertama, berikan arti kebahagiaan rumah tangga bagi anda sendiri

Ada hakikat yang mesti diterima tak boleh ditolak, yaitu standar kebahagiaan setiap orang itu berbeda. Bahagia yang dirasa diakui oleh anda dengan bahagia yang ada tampak pada orang lain adalah berbeda tak sama.

Sederhananya begini, bahagia yang anda rasa dengan yang orang lain rasa adalah berbeda. Tugas anda adalah sesegera mungkin memberi arti dan memahamkan diri akan apa arti bahagia untuk anda.

Dengan catatan jangan pernah mencoba mengambil perbandingan untuk sama dengan arti bahagia orang selain anda. Jika anda telah paham apa arti bahagia untuk diri anda, secepatnya ciptakan kebahagiaan itu sekarang juga sebelum kebahagiaan itu pergi menjauh dari anda.

Kedua, Sesuatu yang kecil lagi remeh tapi berbuah bahagia

Ingat-ingat kembali sesuatu yang kecil lagi remeh dianggap banyak orang, tapi biasanya begitu membekas berkesan di hati pasangan anda. Ternyata itulah yang selama ini mampu menjaga membina hubungan harmonis dalam menjalani biduk rumah tangga.

Sebut saja misalnya panggilan terbaik yang paling disukai oelh pasangan anda, sebagaimana pernah Rasulullah SAW contohkan tatkala memanggil Aisyah r.a istrinya dengan panggilan Humaira.

Atau prilaku Rasuullah shallahu alaihi wasallam yang sangat pengertian terhadap beban rumahtangganya hingga turun tangan ikut serta membantu meringankan pekerjaan rumah bersama istrinya.

Carilah dalam keseharian rumahtangga anda apa-apa saja sikap atau tutur bahasa yang cukup mendapat simpati dan membekas terhadap pasangan anda. Karena masing-masing pasangan punya kecenderungan yang tidak sama.

Berusaha dan berdoa

Seperti kata pepatah, ‘Lain lubuk lain ikannya lain padang lain belalangnya, lain pasangan lain kecenderungan kesukaannya’. Pertanyaannya, sudahkan selama ini mengetahui kecenderungan yang disukai pasangan anda?

Atau mungkin dikarenakan padatnya jadwal kerja dan kesibukan sehingga anda sering lupa atau tidak sempat melakukan hal-hal sepele tapi disenangi pasangan, padahal itu penting. Pertanyaannya, sampai kapan kita sibuk sendiri tanpa peduli terhadap hal-hal kecil tapi mampu menjaga keharmonisan rumahtangga anda?

“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina.”

(Quran surah al-Mukmin, ayat 6O)

Mulai sekarang, mari kita bergerak bergeser pindah dari kesibukan dengan urusan diri sendiri diganti dengan kedekatan dan keakraban bersama keluarga.

Misi pernikahan menjadikan rumah sebagai surga dunia akan segera terwujud jika anda mau sedikit berusaha melerai diri anda dari kesibukan pekerjaan dengan kehangatan sebuah keluarga yang tiada memiliki siaran tunda. Dan jangan pernah lupa bermohon minta doa supaya surga itu hadir di rumah anda.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.