Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Empat golongan anak bagi orang tua

Anak-anak 03 Feb 2021
Opini oleh Umri
Empat golongan anak bagi orang tua
Empat golongan anak bagi orang tua © Vichaya Kiatyingangsulee | Dreamstime.com

Sebagai orang tua hendaklah untuk terus menjadi pembelajar yang baik. Jangan sampai berhenti belajar, terutama ilmu-ilmu yang berkaitan tentang pola asuh anak dan pola mendidik anak-anak.

Dengan harapan, semua orang tua mampu mencetak generasi terbaik untuk masa depan bangsa ini melalui anak–anak sebagai penerus bangsa. Sejatinya anak yang lahir ke dunia ini adalah suci, orangtualah yang berperan penting menjadikan anak sebagai anak terbaik.

Empat golongan anak bagi orang tua

“Setiap anak dilahirkan dalam kondisi fitrah kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

(Hadis riwayat Bukhari Muslim)

Kesucian inilah yang membuat semua bayi atau anak kecil selalu kelihatan lucu dan menyenangkan dalam pandangan mata. Perlu semua orang tua ketahui, bahwa ada empat jenis anak di dalam al-Quran. Tentu ini bukan saat sang anak masih kecil melainkan setelah anak  tumbuh remaja dan dewasa, yaitu:

Anak Sebagai Penenang Hati

Saya menyebut ada do’a yang wajib dibaca untuk semua ayah di dunia ini, yakni do’a yang tercantum langsung di dalam al-Quran surah Al-Furqan, ayat 74:

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

Semoga Allah Taala mengabulkan doa bagi mereka yang berdoa kepada-Nya. Doa di atas bercerita tentang harapan seseorang yang berkeinginan untuk mendapatkan keluarga yang membuat hati tenang namun selalu dekat dengan Allah .

Anak yang mampu menjadi penenang hati ialah anak yang memiliki budi pekerti yang luhur, pengetahuan yang mendalam dan karya-karya yang terpuji. Akhlak yang mulia menjadi tolok ukur paling utama dalam mewujudkan ketenangan dalam hati orang tua.

Anak sebagai perhiasan dunia

Layaknya seperti emas, berlian, intan permata itu semua adalah perhiasan. Gambar yang menempel di dinding, lukisan yang indah, warna cat rumah yang berwarna bagus itu juga perhiasan. Al-Quran juga menyebutkan bahwa anak-anak sama halnya dengan yang demikian itu.

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia”

(Quran, surah Al-Kahfim ayat 46)

Benar memang hidup tanpa kehadiran anak akan terasa sepi sekali. Banyak yang berkata bahwa seorang ayah yang pulang kerja dengan sangat kelelahan dan lusuh setelah melihat anak-anak di rumahnya maka semua itu akan hilang tidak terasa. Betapa pengaruh anak sangat kuat bagi orang tua, anak bisa dikatakan menjadi hiasan terbaik dalam sebuah rumah tangga.

Anak sebagai fitnah dan ujian

Fitnah dan ujian ini ditujukan kepada kedua orang tuanya. Ujian dari anak lebih besar daripada ujian dari pasangan, karena anak dianggap lebih berani dalam merayu daripada pasangan.

Dalam surah At-Taghabun ayat 15 dipaparkan bahwa anak termasuk ujian. Itu artinya orang tua diuji setiap hari ketika berada di dekat anak supaya tidak lalai kepada Allah SWT.

Anak sebagai musuh

Ini bagian akhir yang menakutkan bagi orang tua. Anak yang dibesarkan, dididik, dijaga dan dirawat kemudian tumbuh besar menjadi musuh untuk orang tuanya.

Dalam surah at-Taghabun ayat 14, anak yang menghalangi orang tuanya untuk beribadah kepada Allah SWT, menjerumuskan orang tua ke dalam kesesatan, inilah anak yang menjadi musuh bagi orang tua. Memang tidak semua anak demikian, namun terdapat juga anak yang demikian.

Mudah-mudahan anak yang di rumah kita adalah anak yang saleh dan salehah sesuai seperti harapan kita semua.