Empat induk dan sumber segala dosa

Psikologi Tholhah Nuhin
Pilihan oleh Tholhah Nuhin
Empat induk dan sumber segala dosa
Empat induk dan sumber segala dosa © Cunaplus | Dreamstime.com

Setelah kita memahami bahwa akar segala bentuk dosa adalah syahwat dan syubhat, maka kita harus mengetahui bahwa setan  memiliki program penyesatan untuk manusia melalui dua saluran tersebut.

Program-program tersebut menampilkan sifat-sifat dosa yang pada dasarnya bermuara pada empat sifat, dan semuanya merupakan inti dari segala bentuk dosa.

Empat induk dan sumber segala dosa

1. Sifat Rububiyyah (sifat-sifat ketuhanan)

Sifat rububiyyah adalah sifat-sifat yang hanya pantas dan layak disandang oleh Allah SWT. Oleh karenanya, apabila sifat-sifat itu ditemukan pada diri manusia, maka ia akan menjadi pendorong dan penyebab perbuatan dosa.

Inilah sifat sombong dan membanggakan diri, menampilkan keperkasaan, senang dipuji dan disanjung, selalu merasa tinggi, dan lain sebagainya. Semua itu merupakan inti terjadinya perbuatan dosa yang sangat berbahaya dan menghancurkan.

Tetapi kebanyakan manusia tidak mempedulikan hal tersebut. Bahkan, mereka mengangap  semua itu bukan merupakan pelanggaran atau dosa.

2. Sifat Syaithaniyyah (sifat-sifat setan)

Sifat-sifat syaithaniyyah adalah segala bentuk karakter setan yang apabila dilakukan oleh manusia akan menjadi bukti bahwa setan sudah berhasil mensetankan manusia.

Sifat-sifat tersebut seperti iri, dengki, provokatif dan menabur permusuhan. Ini juga termasuk membangkang, menipu, curang, tidak taat, munafiq, memerintahkan dan melakukan berbagai bentuk kerusakan, dan lain sebagainya.

3. Sifat Bahimiyyah (watak kebinatangan)

Watak kebinatangan atau sifat bahimiyyah adalah watak yang senantiasa berputar pada pemenuhan hasrat. Contohnya makan, minum, tidur, seks, dan insting kebinatangan lainnya yang bermuara pada pemenuhan syahwat.

Adapun semua perilaku yang betujuan memenuhi gejolak syahwat tanpa aturan  adalah inti dari segala bentuk dosa. Sebab, dari sinilah terjadi perzinaan, pemerkosaan, pencurian, penyimpangan seksualitas, dan lain sebagainya.

4. Sifat Sabu’iyyah (watak binatang buas)

Watak atau sifat Sabu’iyyah ini selain bermotivasi menyalurkan hasrat kebinatangan, dia pun dibantu oleh kelebihan yang dimiliki – baik kekuatan maupun keinginan di atas rata-rata – binatang.

Sifat ini akan menampilkan dosa-dosa yang sangat berbahaya dan menghancurkan. Inilah sifat marah, dengki, menyerang orang lain, memukul, membunuh, merampas, memperkosa, dan lain sebagainya.

Tiada yang tidak tersentuh oleh segala bentuk dosa

Keempat watak di atas merupakan induk dan sumber malapetaka dosa. Dari watak tersebut lahirlah dosa-dosa yang mengalir deras ke setiap anggota tubuh manusia. Pada awalnya, watak itu mempengaruhi fikiran.

Lalu timbullah dosa keyakinan, kemusyrikan, keraguan terhadap kebenaran yang nyata, pemikiran-pemikiran yang menentang kebenaran mutlak dari Tuhan, nifaq, dan lain sebagainya.

Watak-watak tersebut juga mempengaruhi penglihatan, pendengaran, lidah, kaki dan tangan, dan tidak ada satu pun anggota tubuh manusia yang terlepas dari pengaruhnya.

Tidak ada seorang pun yang tidak tersentuh oleh segala macam bentuk dosa di atas, yang semuanya bermuara pada empat sifat di atas.