Empat kunci agar wanita masuk Surga

Wanita dan empat kunci ke Surga © Achisatha Khamsuwan | Dreamstime.com

Adakah kerinduan akan Surga masih menyala-nyala di hati kita? Kerinduan yang mendalam akan tempat persinggahan terindah bernama: Surga.

Tentunya tak cukup hanya sebatas cita yang melambung dalam angan semu.  Perlu azam yang kuat untuk meraihnya. Lalu, bagaimanakah agar kita menjadi wanita ahli Surga?

Berikut empat hal untuk membantu kita menguatkan azam sebagai upaya menggenggam kunci Surga agar kita bisa memasukinya.

Wanita yang menjaga salat  lima waktu

Menurut penelitian,  salat lima waktu yang terjaga akan memunculkan kecerdasan dan mampu untuk menahan kejahatan batin maupun fisik. Hal ini sudah tercantum dalam ayat cinta Allah SWT dalam Al Quran, surah Al Ankabut, ayat 45: “Bahwa sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

Ada sebuah kisah menarik dari pertanyaan tentang melaksanakan salat ini dari Allahu yarham sang ulama dan sastrawan yang melegenda: Buya Hamka. Suatu hari saat Buya Hamka berada di majelis ilmu, salah seorang yang duduk bersamanya melempar tanya yang membuat sang gurunda dengan hakikat ilmu yang dimilikinya menjawab dengan diplomatis dan bijaksana.

Sang fakir ilmu berkata dalam tanya tentang seorang haji mardud yang tak pernah selalu menunaikan salat namun masih sering zalim kepada tetangga. Sementara seorang, insinyur yang baik hati tak pernah menunaikan salat lima waktu tetapi sugguh kebaikannya tak terkira.

Buya Hamka menjawabnya, jika seorang haji mardud itu tak melaksanakan salat bagaimana bertambah zalim ia kepada tetangganya. Sebaliknya alangkah bertambah kebaikannya bahkan berlimpah pahala jikalau insinyur yang luhur budi dan baik hati itu mengerjakan salat.

Wanita yang melaksanakan puasa Ramadan

Melaksanakan puasa Ramadan akan membentuk kecerdasan menahan hawa nafsu untuk bersifat konsumtif. Hal ini juga termasuk salah satu kunci masuk Surga. Kewajiban menjalankan puasa Ramadan ternyata bisa membentuk kecerdasan para wanita untuk menahan hawa nafsunya dari bersifat konsumtif.

Sebuah kewajaran yang sudah dianggap umum di masyarakat kita kalau kaum wanita itu identik dengan gemar belanja. Kegemaran ini kadang dipicu karena lapar mata dan tidak bisa mengendalikan diri untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak ada dalam priotitas kebutuhan.

Wanita yang menjaga kemaluannya

Dalam surah Al Isra’, ayat 32 artinya: “Allah melarang kita mendekati zina.  Jangankan berbuat zina, mendekatinya saja sudah dilarang oleh Allah.” Pada poin ke-3 ini, wanita yang senantiasa menjaga kemaluanya akan memiliki kecerdasan untuk menahan hawa nafsu seksualnya.

Dan ini termasuk kunci masuk Surga untuk para wanita muslimah. Makanya mengapa menikah itu adalah salah satu cara untuk kita para wanita menjaga kemaluan. Sehingga dari pernikahan itu akan melahirkan sakinah yang didasari oleh rahmah sebagai buah dari keimanan kita dari hubungan sah suami istri yang halal dan berpahala.

Wanita yang benar-benar taat kepada suaminya

Suami yang seperti apa yang wajib kita taati? Tentu saja suami yang juga taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Wanita yang taat kepada suaminya ini akan menumbuhkan sebuah kecerdasan menahan diri untuk mendebat suami dalam kondisi apa pun.

Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salihah. Yang jika dipandang akan menambah ketentraman di hati suami, dan jika terjadi perselisihan ia senantiasa ihtiram kepada sang suami.

Lalu, bagaimana jika seorang wanita yang belum menikah? Jika masih memiliki kedua orang tua, hendaklah kita taat dan bergaul dengan mereka dengan perlakuan yang baik sesuai dengan yang diajarkan Islam dan Rasul-Nya.