Faktor-faktor yang menumbuhkan spirit berkorban

Psikologi 03 Mar 2021 Tholhah Nuhin
Pilihan oleh Tholhah Nuhin
Faktor-faktor yang menumbuhkan spirit berkorban
Faktor-faktor yang menumbuhkan spirit berkorban © Rifani Muhammad | Dreamstime.com

Spirit berkorban adalah sifat agung dan sifat keluhuran yang tidak tiba-tiba muncul pada manusia-manusia pilihan. Akan tetapi ada beberapa faktor yang menjadikan mereka memiliki sifat tersebut.

Faktor-faktor yang menumbuhkan spirit berkorban

Di antaranya adalah:

Keikhlasan

Keikhlasan yang merupakan manifestasi kejujuran adalah faktor paling kuat yang melahirkan spirit pengorbanan. Berkorban dengan fisik, tenaga, pikiran, waktu, harta bukanlah pekerjaan mudah untuk dilakukan oleh orang-orang yang melakukan setiap amal saleh dengan sisipan tendensi duniawi.

Hanya orang-orang yang memiliki orientasi suci dan murni hanya kepada Allah Taala yang dapat melakukannya. Di sinilah rahasia mengapa Allah berfirman:

“Maka bersalatlah hanya kepada Allah dan berkorbanlah.”

(Surah al-Kautsar, ayat 2)

Perintah salat yang ikhlas hanya kepada Allah SWT inilah yang menjadi seorang muslim merasakan ringannya berkorban, apapun bentuk pengorbanannya. Masih ingatkah perjuangan dan pengorbanaan para tokoh bangsa dan rakyat yang siap menghadang dan menghadapi para penjajah.

Komitmen ibadah

Merawat komitmen ibadah adalah hal penting yang harus dilakukan setiap muslim. Karena komitmen inilah yang akan melahirkan spirit pengorbanan. Maka di sinilah terungkap rahasia mengapa Allah SWT memerintahkan Rasullullah SAW untuk menghadirkan komitmen ibadah sebelum berkorban (Al-Kautsar, ayat 2).

Karena komitmen ibadah inilah yang menjadikan seorang mukmin merasa ringan untuk berkorban.

Syukur atas nikmat Allah SWT

Mensyukuri nikmat yang ada, melahirkan sikap pengorbanan terhadap waktu, harta dan hal yang lain. Rasulullah SAW pernah beribadah yang luar biasa sampai dua kakinya bengkak.

“Bila salat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berdiri hingga kaki beliau bengkak. Aisyah berkata: Wahai Rasulullah, kenapa Tuan melakukan ini padahal Allah telah mengampuni dosa Tuan yang telah berlalu dan yang dikemudian. Baginda bersabda: “Apakah aku tidak menjadi hamba yang bersyukur?”

(Hadis riwayat Imam Muslim)

Cinta Rasul

Cinta atau mahabbatur Rasul adalah salah satu sumber spirit pengorbanan. Di saat manusia muslim memahami dengan baik makna cinta terhadap Rasulullah SAW, maka dia akan senantiasa melakukan pengorbanan dari semua yang dimiliki.

Inilah yang disebut ‘Halawatul Iman’ (manisnya keimanan).

Waspadai sifat kikir

Rasullullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, dari Jabir dengan sanad Jayyid mengatakan:

“Seburuk-buruk sesuatu yang ada pada diri seseorang adalah kekikiran yang menyedihkan dan sifat pengecut yang melucuti.”

Ungkapan Rasullullah SAW di atas menginformasikan kepada kita betapa kekikiran adalah sifat tercela yang harus diwaspadai oleh setiap muslim. Karena kekikiran inilah yang akan menjadi ranjau spirit pengorbanan sang mukmin.

Betapa banyaknya sang mukmin yang masih kikir harta, tenaga, pikiran, waktu dalam mengekploitasi kesalehan agar diamalkan oleh setiap mukmin. Wajar karena bahaya sifat kikir ini kemudian Rasullullah SAW pernah berdoa :

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekikiran dan akau berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada usia yang paling buruk (pikun).“

(Hadis riwayat Bukhori)

Sehingga pada akhirnya kita harus melakukan perlawanan terhadap sifat kikir ini dan memohon perlindungan kepada Allah Taala dari sifat ini. Agar kita mampu menggapai sifat keluhuran yaitu spirit berkorban dalam menegakkan agama Allah yang kita cintai.