Faktor pencetus datangnya pertolongan Allah SWT

Filsafat Tholhah Nuhin
Terbaru
Faktor pencetus datangnya pertolongan Allah SWT
Faktor pencetus datangnya pertolongan Allah SWT © Hikrcn | Dreamstime.com

Unsur terpenting dalam menjaring pertolongan Allah SWT adalah keimanan dan ketakwaan yang mencakup dimensi aqidah dan amal kebaikan. Dua faktor inilah yang menyebabkan dan melahirkan keberkahan dan pertolangan Allah dalam kehidupan hamba-Nya.

Faktor pencetus datangnya pertolongan Allah SWT

Elemen-elemen atau point-point keimanan dan ketakwaan bila diperluas cakupannya, maka bisa kita simpulkan sebagai berikut :

Tauhid dengan keikhlasan dan tawakkal kepada Allah SWT

“Sembahlah Dia, dan bertawakallah kepada-Nya.”

Quran surah Hud, 11 ayat 123)

 

“(Dia-lah) Tuhan masyrik dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.”

(Surah Al-Muzzammil, 73 ayat 9)

 

“Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal.”

(Surah At-Tawbah, 9 ayat 129)

 

“Katakanlah: “Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakal.”

(Surah Al Mulk, 67 ayat 29)

Senantiasa taat dan menjauhi maksiat

Unsur terpenting dalam hal ini adalah shalat (wajib dan sunnah) dan sedekah (wajib dan sunnah).

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.”

(Quran surah Al-Mukminun, 1-11)

Keimanan kepada Hari Akhir dan efeknya terhadap sikap dan perilaku

“Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.”

(Quran surah Al-Insaan, 76 ayat 7)

 

“Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.”

(Quran surah Al-Insaan, 76 ayat 10)

Sabar dalam ketaatan, menghindari maksiat dan sabar dalam menerima takdir

“Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”

(Quran surah Yusuf, 12 ayat 90)