Fungsi otak kiri dan kanan dalam menghafal al-Quran

dreamstime_s_181412779
Fungsi otak kiri dan kanan dalam menghafal al-Quran © Elmirex2009 | Dreamstime.com

‘Fungsi otak kiri dan kanan dalam menghafal al-Quran’ akan melihat kepada otak manusia yang terdiri dari dua bagian, yang memiliki fungsi masing-masing. Teori mengenai perbedaan fungsi otak kiri dan kanan ini telah populer sejak tahun 1960-an. Hasil penelitian Roger Sprey yang merupakan seorang neuropsikolog dan menemukan bahwa akal manusia terdiri dari dua bagian.

Ungkapnya, masing-masing otak memiliki fungsi spesial tanpa harus bergantung satu  dengan yang lainnya. Otak kiri lebih dominan pada kemampuan menulis, membaca dan berhitung matematika. Berbeda dengan otak kanan yang lebih unggul dengan aktivitas manusia berimajinasi, menggambar dan mengingat.

Otak kiri dan kanan

Seorang yang lebih dominan menggunakan otak kiri akan pandai di kelas tetapi sulit dalam bersosialisasi. Sebaliknya, seorang yang mengungguli otak kanan lebih dominan mudah bergaul dan tidak begitu pandai di kelas. Lalu kedua hal ini bisa diseimbangkan dalam menghafal baik untuk pengetahuan umum maupun menghafal al-Quran.

Menghafal al-Quran bukanlah hal yang mudah bagi setiap orang. Jadi kemampuan menghafal al-Quran merupakan keistimewaan seseorang. Namun, umat Islam dianjurkan untuk memiliki hafalan untuk menjaga diri dari kelalaian pengetahuan agama.

Hadis Rasulullah SAW dari Ibnu Abbas r.a berbunyi:

“Orang yang tidak mempunyai hafalan al-Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.”

(Hadis Riwayat at-Tirmidzi)

Nah, berdasarkan hadis tersebut bahwa menghafal suatu anjuran untuk menjadikan pribadi yang bernilai juga terjaga. Maka dari itu penting sekali bagi kita dalam memahami dan mengamalkan ayat Allah SWT dengan sarana menghafal.

Seorang yang hafal al-Quran akan diberi pertolongan diakherat nanti sebagaimana dalam hadis Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah bersabda:

“Penghafal al-Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian al-Quran akan berkata: Wahai  Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). Al-Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian al-Quran memohon lagi: wahai Tuhanku ridailah dia, maka Allah meridainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat Surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.”

(HR Tirmidzi)

Sinkronisasi kedua fungsi otak dan menghafal al-Quran

Masya Allah, mulia sekali orang yang memiliki hafalan al-Quran yang akan mendapatkan tempat khusus di syurga Allah SWT.

Alangkah indahnya hidup kita jika bisa mengsinkronisasi otak kiri dan kanan dalam menghafal al-Quran. Bagaimana tidak, otak kiri yang berfungsi menyimpan memori dalam waktu pendek sementara otak kanan bisa menyimpan memori dengan waktu jangka panjang.

Banyak sekali metode menghafal al-Quran yang dikomandoi para hafiz Quran. Namun, kita juga bisa menyeimbangkan kedua fungsi otak kita. Gunakan kemampuan menalar otak kiri dengan membaca al-Quran dengan baik juga memahami makna yang terkandung dalam al-Quran. Hal ini bisa membantu mengingat dengan memanfaatkan otak kiri.

Lalu coba mengingat dan mencoba mengimajinasikan tulisan demi tulisan, huruf demi huruf yang tersusun rapi pada al-Quran yang demikian itu menggunakan fungsi otak kanan kita dengan baik. Dengan mengsinkronisasi fungsi kedua otak kiri dan kanan, insya Allah, kemampuan menghafal dan memahami al-Quran kita akan lebih mudah.