Galeri Zainal Songket, ia juga museum songket dan busana

Budaya Muhammad Walidin
Pilihan oleh Muhammad Walidin
Galeri Zainal Songket, ia juga museum songket dan busana
Galeri Zainal Songket, ia juga museum songket dan busana © nowpalembang.com

Galeri Zainal Songket adalah salah satu rujukan utama bila berurusan dengan kain tradisional songket Palembang. Galeri ini beralamat di Jl. Ki Gede Ing Suro No. 173, 32 Ilir, Ilir Barat II, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Letaknya sangat strategis di Sentra Industri Songket Tanggo Buntung, Palembang.

Galeri Zainal Songket menempati Rumah Limas

Galeri Zainal Songket ini memang tampak unik di antara yang lain. Ia menempati Rumah Limas asli berbahan kayu. Sementara galeri songket yang lain tampil dengan bangunan modern. Halaman parkir yang luas bisa menampung banyak mobil.

Selepas itu, kita naik melalui tangga dan masuk ke ruang pertama. Orang Palembang menyebutnya Garang (Teras). Di sini, kita bisa melepas sepatu/sandal sebagaimana tradisi orang Palembang sambil melihat pajangan foto-foto pesohor yang telah berkunjung ke galeri Zainal Songket, baik di Palembang maupun di Jakarta.

Memasuki ruang pertama, terdapat ruang tamu sekaligus meja kasir. Ruangan ini terasa leluasa sebagai tempat menunggu kasir melakukan akitivitas pembayaran. Sambil menunggu, pandangan dapat diarahkan ke dinding sambil melihat foto-foto spesial pengunjung galeri.

Ruang tengah adalah ruang pajang berbagai jenis songket, mulai dari motif lepus,  bunga cina,  limar,  cantik manis, bunga intan, rumpak, dan biji pare. Sepasang songket perempuan terdiri dari kain dan selendangnya.

Sementara songket untuk lelaki terdiri dari sarung dan tanjak (topi). Dikatakan sepasang karena terbuat dari bahan dan motif yang sama. Semua tampilan kain songket ini tampak berkilau cemerlang karena terbuat dari jalinan kain sutra dan benang emas/perak/tembaga.

Museum Songket dan Busana Palembang

Beralih ke ruang lain, kita akan disuguhi dengan Museum Songket dan Busana Palembang.  Kita bisa melihat koleksi songket sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam (berdiri 1659). Songket tertua tampak bertahun  1701 dengan jenis limar bermotif  tretes mider.

Kemudian disusul dengan songket jenis Limar Mentok bertahun 1732, songket Lepus Bintang Rakam bertahun 1740 dan 1810, dan songket Lepis Cik Sina bertahun 1876. Luar biasa ya, songket tertua di museum ini ternyata telah berusia 319 tahun. Di samping itu, ada juga pajangan busana Palembang berbagai jenis.

Bila beruntung, pengunjung dapat pergi ke ruang bawah, di mana 12 penenun sedang melakukan pekerjaannya. Alat utama tenun adalah dayan, seperangkat kayu yang digunakan menjalin benang sutra, pakan, benang emas, perak, dan tembaga.

Tentu saja dibutuhkan skill yang hebat untuk menjalin benang-benang istimewa ini. Setelah tiga bulan ditenun, sebuah kain songket menjelma menjadi sandang yang mewah cemerlang. Tenun songket ini benar-benar mahakarya tekstil tradisional masa Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam.

Berbelanja di Galeri Zainal Songket tentu akan menjamin kepuasan pelanggan karena kualitas tenun songket memang sangat diutamakan. Nah, tidak salah bila anda menjadi bagian dari pencinta kain tradisional nusantara. Selamat berbelanja.