Hafez al-Shirazy: sang sastrawan sufistik Persia

dreamstime_s_25141671
Makam Hafez al-Shirazy: sang sastrawan sufistik Persia © Aleksandar Todorovic | Dreamstime.com

Bila anda berkunjung ke kota Syiraz, Iran, jangan lupa berkunjung ke makam atau mausoleum Hafez. Sejak menginjakkan kaki di gerbang, anda serasa akan memasuki sebuah istana. Saat berjalan menuju altar pada sebuah bangunan bertiang delapan dan atap menyerupai cawan terbaik, anda akan disapa oleh ribuan kelopak bunga.

Keheningan di bawah pohon-pohon cemara yang rimbun serta kedamaian di antara bunga-bunga yang berjejer rapi sangat sesuai dengan jiwa sang penyair ini. Ditambah lagi gemericik suara air mengalir dan kemericau suara burung menjadikan peristirahatan terakhir sastrawan Persia ini semakin damai.

Penghafal al-Quran, hidup sebagai sufi

Keheningan dan kedamaian mausoleum ini sesekali ditingkahi oleh lantunan puisi karya-karya Hafez dari mulut-mulut para penziarahnya. Makam Hafez ini berupa paviliun terbuka di sebuah taman di tepi sungai dengan luas sekitar 19.000 meter persegi.

Bangunan ini didirikan tahun 1935 oleh arsitek Perancis Andre Godard. Namun, sebelumnya memang sudah ada bangunan yang telah berdiri sejak 1773.

Bangsa Iran sangat menghormati imam, ilmuwan, dan sastrawan mereka. Ketika mereka meninggal, maka makam yang indah adalah sebuah penghargaan yang patut untuk mereka. Makam Hafez adalah salah satunya.

Hafez sebenarnya bernama lengkap Syamsuddin Muhammad al-Hafiz (1325-1389). Gelar Hafez menandakan ia adalah penghafal al-Quran. Ia hidup sebagai sufi sehingga selera sufistiknya merupakan paduan antara filsafat dan al-Quran. Ia tak pernah meninggalkan kota Syiraz sepanjang hidupnya.

Oleh karena itu, suasana alam dan kotanya yang indah nan terawat telah menjadi objek dari puisi-puisinya. Guru-gurunya telah memberikan pengaruh yang besar bagi pemikiran sufistiknya sehingga ia meraih martabat tertinggi dalam kehidupan tasawuf. Di antara para guru tersebut adalah Sanai, Attar, Rumi, dan Sa’adi.

Puisi cinta, keyakinan, ketuhanan dan moral kehidupan

Puisi-puisi Hafez berbicara tentang cinta, keyakinan, ketuhanan, dan ajaran moral kehidupan. Karya-karya puisi Hafez terkenal dengan kehalusan bahasa dan gaya, terutama dalam ode (Qasidah) dan puisi cinta (Gazal). Kehalusan itu mencerminkan pikirannya yang sangat filosofis dan tingkat religiusitas yang tinggi.

Semua pemikirannya tersebut dituangkan dalam rangkaian kalimat puitis yang terkumpul dalam qasidah, masnawi, gazal, dan rubaiyat serta beberapa sajak lepas. Di antara karyanya yang sangat masyhur adalah Gazal  yang berbentuk puisi 6 sampai 15 baris.

Puisi-puisi Hafez disukai para penguasa hingga rakyat jelata. Puisinya lebih banyak didendangkan daripada penyair lainnya. Hal ini tak lain karena irama dan puisi-puisinya yang lembut dan indah.

Setiap tanggal yang biasa jatuh medio Oktober, masyarakat mengadakan perayaan khusus untuk mengenang Hafez. Hari tersebut adalah hari di mana komunitas sastra mengadakan kajian sastra dan pembacaan puisi.

Aku seorang darwish, pengembara

Anugrahi aku Kasih-Mu, oh Tuhanku

Aku tak tahu, apalagi yang aku harapkan

Selain pintu-Mu ini