Hak privasi dalam Islam

Teknologi Tholhah Nuhin
Terbaru oleh Tholhah Nuhin
Hak privasi dalam Islam
Hak privasi dalam Islam © Milkos | Dreamstime.com

Manusia adalah makluk yang diberikan kelebihan oleh Allah SWT daripada makluk yang lain. Allah menciptkannya dalam bentuk yang sempurna (ahsanu taqwiim).

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

(Quran surah at-Tiin, ayat 4)

Hak privasi dalam Islam

Manusia merupakan makhluk sosial yang hidup berkelompok saling membutuhkan satu sama lain.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.”

(Quran surah al-Hujaraat, ayat 13)

Sebagai makhluk sosial yang dalam kehidupannya tidak dapat terlepas dari interaksi, sosialisasi dan komunikasi – komunikasi menjadi sangat penting. Karena dengan melakukan komunikasi seseorang akan dapat mengungkapkan apa yang mereka inginkan dan harapkan terhadap orang lain dalam aktivitasnya.

Ruang lingkup interaksi dan komunikasi sangat beragam dan luas. Bisa terjadi interaksi dengan keluarga, tetangga dan teman. Juga bisa interaksi dengan tempat kerja atau perusahaannya. Bahkan juga sering kali berurusan dengan bank dan lembaga-lembaga yang lain.

Dalam berinteraksi dan komunikasi tidak mungkin dipisahkan dengan data pribadinya. Apalagi pada masa saat ini dengan kemajuan informasi dan teknologi.

Hak privasi seseorang

Meskipun kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan pihak lain seputar data pribadi, maka pihak lain – seperti bank, telekomunikasi, tempat kerja dan lembaga yang lain – yang telah mengelola dan menyimpan data pribadi kita, tidak diperbolehkan untuk menyebarkan data pribadi kita.

Apalagi menjualnya kepada orang atau lembaga lain tanpa izin kita, ini adalah tidak dibenarkan sama sekali. Karena data pribadi merupakan hak privasi yang mendapat perlindungan dalam Syari’ah Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzhaliminya dan tidak membiarkannya untuk disakiti. Siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari qiyamat. Dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari qiyamat.”

(Hadis riwayat  Imam Al-Bukhori, dari sahabat Ibnu Umar r.a)

Bahkan, kita tidak dibolehkan untuk melihat tulisan khusus saudara kita. Di sini termasuk melihat data pribadi kita tanpa hak atau keperluan yang sudah mendapatkan izin.

Rasulullah SAW bersabda:

“…barang siapa yang melihat tulisan saudaranya tanpa seizinnya maka sesungguhnya ia telah melihat kepada Neraka…”

(Hadis riwayat Imam Abu Dawud, dari Sahabat Ibnu Abbas r.a)