Hal mubazir makanan yang tidak kita inginkan

Makanan Kkartika Sustry 13-Sep-2020
dreamstime_s_183628183
Hal mubazir makanan yang tidak kita inginkan © Анна Суванова | Dreamstime.com

Pernahkah kita menghitung berapa banyak sisa makanan yang kita buang? Kita tidak menyadari hal-hal demikian itu adalah perilaku mubazir. Mubazir bukan hanya perihal pakaian, harta tetapi yang begitu dekat dengan kita yakni makanan. Manusia sering lapar mata dan lidah tetapi hal demikian itu menjadikan kita lalai dan mengakibatkan berlebih-lebihan.

Ada hal yang kita lakukan dalam menghindari kata mubazir namun kadang salah arti, mencoba menghabiskan makanan yang di piring tetapi di perut tidak berfaedah sehingga menjadi lemak yang tidak baik. Inilah yang dikatakan mubazir karena kita berlebihan dalam makan. Maka dari itu perlulah kita menjadi selektif dengan apa yang kita makan.

Mubazir merupakan bahasa  saduran dari bahasa Arab yang berasal dari kata ‘Badzzaro yubadzziru tabdzirr’ yang bermakna ‘Membelanjakan harta di luar kebutuhan yang dibenarkan’. Az-Zajjaj mengatakan “Sikap tabdzir itu membelanjakan harta untuk selain ketaatan kepada Allah. Dulu masyarakat jahiliyah menyembelih onta, menghambur-hamburkan harta dalam rangka membanggakan diri dan mencari popularitas.”

Hal ini tidak dianjurkan dalam Islam, maka Allah SWT memerintahkan kepada umat melalui Rasulullah SAW  al-Quran.” Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat hak mereka dan kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Surah al-Isra’ : 26-27)

Nah, banyak yang bisa kita lakukan untuk menghindarkan diri dari perilaku tabzir:

Makanlah sesuai kebutuhan dan bergizi

Pembaca yang dirahmati Allah SWT, makanlah secukupnya dengan arti sesuai yang kita butuhkan bukan sesuai yang kita inginkan. Kita menginkan berbagai macam masakan untuk dinikmati tetapi hal demikian tidak dibutuhkan tubuh kita. Maka yang terjadi kita menjadi sia-sia dan mubazir dengan apa yang kita makan.

Kita mengambil menu porsi besar dalam hidangan semua dimakan sehingga tidak sehat dalam tubuh kita. Ketika kita bepergian kita membeli apa yang kita inginkan seperti kita beli bakso, pempek, nasi, kue dan lain-lain padahal di rumah masih ada menu siang, alhasil makan yang di rumah sudah tidak selera kemudian dibuang. Maka inilah yang menyebabkan kita mubazir, makanan yang dimakanpun tidak memenuhi gizi dalam tubuh.

Hindari stok makanan berlebih

Hal yang bisa kita lakukan juga agar terhindar dari kebiasaan tidak baik adalah dengan tidak menstok makanan terlalu lama. Belilah seperlunya jangan gunakan uang hanya untuk sesuatu yang tidak penting. Jika di rumah masih ada buah maka hendaknya tidak menambah dengan makanan instan yang menjadikan tidak dimakan.

Umat Islam lebih dikenal dengan kesederhanaan bukan kemewahan yang tidak baik, tetapi bukan pula untuk menjadi kikir. Hanya saja menghindari hal yang mubazir dan tidak baik.

Berpuasa dan Bersedekah

Rasulullah membiasakan diri untuk berpuasa, hal ini menjadi cara sehat dan menghindari dari kebiasaan mubazir yang dilarang agama. Dengan berpuasa kita bisa menahan diri untuk makan hal-hal yang sehat apalagi jika kita mengamalkan makna puasa yang sesungguhnya. Berpuasa bisa mendapatkan pahala yang besar tetapi dengan dijalankan sesuai aturan yang enar yaitu ketika berbuka tidak memakan secara berlebihan.

Hal ini bisa mengontrol diri agar tidak menjadi kategori saudara setan. Selanjutnya, biasakan bersedekah makanan, hal ini juga bisa menghindarkan diri dari perilaku mubadzir. Jika kita memiliki makanan lebih pada hari ini maka berbagilah denga saudara atau tetangga.