Hal penyakit hati dalam diri kita

dreamstime_s_144250564
Hal penyakit hati dalam diri kita © Александр Марко | Dreamstime.com

Hal penyakit hati dalam diri kita adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Tiada siapa yang bisa melihat bagaimana kondisi hati seseorang sebenarnya kecuali Allah SWT. Hati yang baik akan melahirkan perilaku yang baik tetapi jika hati kita kotor maka amal kita juga tidaklah sempurna.

Penyakit hati sering menggerogoti manusia tanpa disadari, merusak niat baik untuk beramal dengan riya’, merusak sedekah dengan kedengkian. Bahkan, ia membuat perbuatan yang seharusnya sangat mulia menjadi tercela, itulah penyakit hati.

Penyakit hati atau Psychosis

Menurut ahli psikolog James D. Page: “Penyakit hati atau lebih dikenal Psychosis adalah kelainan kepribadian yang ditandai dengan mental dalam dan gangguan emosional yang mengubah individu normal menjadi tidak mampu mengatur dirinya untuk menyesuaikan diri dengan lingkunganya.”

Seseorang yang dilanda penyakit hati menyebabkan tidak mampu bergaul dengan baik terhadap orang lain, tetapi ia sering tidak menyadari jika hal tersebut dialaminya. Sebaliknya ia marasa dirinya normal bahkan merasa paling unggul dari yang lain. Hal inilah merupakan puncak seseorang sedang diserang penyakit hati.

Dalam tinjauan Islam, penyakit hati sering diidentikkan dengan beberapa sifat buruk yang tercela. Hasan Muhammad as Syarqawi dalam kitabnya menerangkan bahwa penyakit hati tersebut ada sembilan yaitu:

  • Pamer (riya’)
  • Marah (al-ghadhab)
  • Lalai dan lupa (al-ghaflah wan nisyah)
  • Was-was (al-was-wasah)
  • Frustasi (al-ya’s)
  • Rakus (tama’)
  • Terperdaya (al-ghurur)
  • Sombong (al-ujub)
  • Dengki dan iri (al-hasd wal hiqd)

Nah, banyak sekali kategori penyakit hati yang tanpa kita sadari sering bersemayam dalam hati. Maka dari itu mari kita intropeksi masing-masing untuk mengjauhi penyakit hati tersebut agar hidup menjadi lebih tenang dan meniatkan ibadah semata-mata karena Allah SWT.

Allah SWT menegaskan bahwa penyakit hati ini sangat berbahaya bagi umat, dalam firman-Nya:

“Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.”

(Surah at-Taubah, ayat 125)

Hindari penyakit hati dalam diri

Na’udzubillah min dzalik, penyakit hati hendaknya kita hindari. Hal-hal yang membuat kita lalai dengan keadaan kita, kekayaan kita, keahlian dalam bidang ilmu maupun kematangan dalam beragamapun bisa membuat kita memiliki penyakit hati. Oleh karena itu, beristighfar atas apa yang kita lakukan setiap hari sehingga bisa mengurangi dan menjauhkan dari penyakit hati.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari penyakit hati seperti yang dikatakan Ibnu Qayyim: “Obat paling mujarab dalam menghadapi penyakit hati yaitu memaksakan diri untuk mendengarkan nasehat agama dan sunnah yang bersumber al-Quran, serta fisiknya dipaksa untuk melakykan ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.”

Penyakit hati ini hanya kita sendiri yang bisa melawannya karena terdapat pada dalam jiwa kita. Seyogyanya kita mengolah hati kita dengan menguatkan mental untuk meminimalisir aktivitas yang bisa menimbulkan penyakit hati seperti berkumpul dengan para pendengki, penghibah, pemarah dan yang memiliki kategori penyakit hati.

Sebaliknya, lakukan hal yang bermanfaat seperti mentadabbur al-Quran, berkumpul dengan orang saleh, berpuasa sehingga hati kita biasa disirami dengan nasehat-nasehat Islami. Semoga kita termasuk golongan yang selalu mengolah hati agar tetap stabil dan jauh dari penyakit hati, agar keimanan kita semakin meningkat, aamiin.