Hamzah Abdul Muthalib r.a: belajar dari Singa Allah SWT

Islam untuk Pemula Kkartika Sustry
madainproject.com – makam hamzah sekitar tahun 1920
Makam Hamzah r.a di lembah Uhud (sekitar tahun 1920) sekarang di daerah Sayed al-Shuhada, Madinah © madainproject.com

Pertama kita mendengar gelar ini pasti sangat mengagumkan. ‘Singa Allah’, siapa yang tidak tahu dengan keberanian seekor singa jika diibaratkan dalam hutan belantara ia tak takut dengan siapapun.

Namun, kali ini saya akan membahas seorang sahabat Rasulullah SAW yang  mendapat julukan singa Allah SWT. Masya Allah, seperti apakah kehebatanya sampai Rasulullah memberikan julukan yang begitu menakjubkan bagi seorang sahabat.

Asadullah, hidayah di tahun ke-6 kenabian Rasulllah SAW

Dialah Hamzah bin Abdul Muthalib bin Hasyim r.a. Seorang sahabat sekaligus paman bagi Rasulullah SAW yang tidak terpaut jauh usia dengannya.

Sang ‘Asadullah’ dalam istilah Arab yaitu Singa Allah. Gelar yang diberikan kepada sahabat Rasulullah SAW yang bernama Hamzah bin Abdul Muthalib r.a. Kehebatan Hamzah juga sudah dikenal kaum Quraisy sebelum ia masuk Islam.

Hamzah r.a a memiliki keahlian dalam berperang dan menggunakan pedang. Berbeda dengan paman Rasulullah SAW yang lain seperti Abu Jahal, yang tidak mendapatkan hidayah. Hamzah justru mendapatkan hidayah ketika tahun ke 6 dari kenabian Baginda.

Suatu ketika Abu Jahal menganiaya Rasulullah SAW di Bukit Shafa, hingga Rasulullah tak berdaya dan diam saja. Melihat kejadian tersebut, salah satu perempuan budak Abdullah bin Jud’an at-Taimi melaporkan peristiwa tersebut kepada Hamzah r.a.

Maka memanas dan marahlah Hamzah r.a mendengar keponakan tercintanya dianiaya oleh Abu Jahal. Seketika itu di sudut Kakbah yang dengan kerumunan orang-orang Quraisy maka Hamzah langsung memukuli Abu Jahal dengan busur panah hingga ia babak belur.

Keberanian yang patut diteladani dalam berdakwah dan membela Islam

Keberanian Hamzah bin Abdul Muthalib r.a inilah yang patut kita teladani dalam berdakwah dan membela agama Islam. Ketika di akhir hayatnya juga ia gugur dengan syahid di medan perang karena membela agama Islam. Maka ketika itu Rasulullah SAW memberinya julukan ‘Penghulu Syuhada’ atau ‘Singa Allah’.

Sebagaimana dalam hadisnya:

“Penghulu para syuhada pada hari kiamat nanti adalah Hamzah bin abdul Muthalib.”

(Hadis riwayat al-Hakim)

Hamzah r.a k gentar dalam membela agama Islam terkhusus ketika ia sedang berjuang di medan perang. Dalam buku 60 Biografi Sahabat Nabi yang ditulis Khalid Muhammad, Khalid menerangkan bahwa ia selalu berperang dengan bersemangat dalam menghancurkan kaum kafir Quraisy.

Lalu di dadanya dengan ciri khas meletakkan bulu burung unta sebagai hiasan ketika berperang. Tercatat dalam sejarah ketika Perang Uhud ia wafat dengan ditombak pedang oleh seorang budak dari Habsyah yang bernama Washy.

Mari kita belajar menjadi orang yang berani dan mengambil baris terdepan ketika memperjuangkan agama. Ketika melihat saudara seagama kita sedang diperangi maka jadilah orang yang peduli dan berani seperti Hamzah r.a dalam memperjuangkan akidah.