Hamzah Fansuri, penyair dari Aceh

Pendidikan Kkartika Sustry
Pilihan oleh Kkartika Sustry
Hamzah Fansuri, penyair dari Aceh
Hamzah Fansuri, penyair dari Aceh © Lunamarina | Dreamstime.com

Semakin hari, dunia pendidikan semakin canggih hanya saja kita sering lupa tentang sejarah ilmu pendidikan dari para ilmuwan yang legendaris. Mencintai suatu ilmu tentu mengekpresikan bentuk cinta terhadap ilmu yaitu mencari pengetahuan lebih banyak.

Berbagai aspek ilmu yang ditekuni bisa dimulai dengan melihat sejarahnya, sebut saja ilmu sastra yang berkembang di Indonesia. Berhubungan dengan karya sastra, salah satu pengarang dan penulis yang mesti kita ketahui yaitu Hamzah Fansuri.

Hamzah Fansuri, penyair dari Aceh

Hamzah Fansuri ialah salah satu penyair terkenal yang hidup pada abad ke-16 sampai abad ke 17 dari Barus di Aceh. Ia merupakan pujangga sastra Melayu lama, yang karya-karyanya masih tetap bisa dinikmati hingga sekarang.

Nama gelar atau takhallus yang tercantum di belakang nama kecilnya memperlihatkan bahwa pendekar puisi dan ilmu suluk ini berasal dari Fansur, sebutan orang-orang Arab terhadap Barus, sekarang sebuah kota kecil di pantai barat terletak antara kota Sibolga dan Singkel.

Hamzah Fansuri hidup di masa pemerintahan Sultan Alaidin Riayat Syah IV Saiyidil Mukamil (977-1011 Hijriah, atau 1589-1604 Masehi). Selain belajar di Aceh, ia juga mengembara dalam menuntut ilmu ke Mekkah, Medinah, Baghdad, Syahr Nawi (Siam), Pahang, Banten, kudus, Persia, dan India.

Mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa intelektual modern

Bukan hanya itu, ia juga seorang sufi (ahli tasawuf atau ahli ilmu uluk) dan menjadi tokoh yang terutama di kalangan ahli-ahli tasawuf lainnya. Karya-karya puisinya seperti Syair Burung, Syair Dagang, Syair Perahu, Syair Si Burung Pipit, Syair Si Burung Pungguk, Syair Sidang Fakir.

Kemudian dalam bentuk prosa seperti Asrar al-Arifin, Sharab al-Asyikin, dan Zinat al-Muwahidin. Menurut beberapa pengamat sastra sufi, sajak-sajak Syekh Hamzah al-Fansuri tergolong dalam Syi’ir al-Kasyaf wa al-ilham, yaitu puisi yang berdasarkan ilham dan ketersingkatan (kasyafi yang umumnya membicarakan masalah cinta ilahi).

Dalam bidang bahasa, kontribusi Syekh Hamzah Fansuri tentunya dilihat dari tulisan beliau yang sudah mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa intelektual dan ekspresi keilmuan yang canggih dan modern.

Kemudian dapat dirasakan adanya proses Islamisasi bahasa Melayu, artinya dengan munculnya muatan budaya Islam pada tulisan-tulisan tersebut.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.