Hiburan dalam perjalanan

Perjalanan 14 Jan 2021 Komiruddin
Komiruddin
Hiburan dalam perjalanan
Hiburan dalam perjalanan © Dmytro Zinkevych | Dreamstime.com

Perjalanan atau safar adalah sesuatu yang tak dapat dihindarkan. Banyak sebab yang mengharuskan seseorang melakukan perjalanan. Ada perjalanan untuk ibadah atau berdakwah. Ada yang untuk mencari karunia Allah SWT  atau sekedar bertamasya menikmati indahnya ciptaan Allah.

Dengan sarana transportasi yang bermacam-macam seperti pesawat, kereta api, bis, mobil motor atau sepeda sekalian memungkinkan seseorang untuk melakukan perjalanan kemana saja.

Hiburan dalam perjalanan

Namun seenak apapun perjalanan dan semewah apapun kendaraan pasti di sana ada kepayahan. Kepayahan inilah yang disebut oleh Rasulullah sebagai  sepotong dari ketersiksaan. Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Baginda bersabda:

“Safar adalah bagian dari adzab (siksa). Ketika safar salah seorang dari kalian akan sulit makan, minum dan tidur. Jika urusannya telah selesai, bersegeralah kembali kepada keluarganya.”

(Hadis riwayat Bukhari, 1804 dan Muslim, 1927)

Sebab itu sebelum perjalanan Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita beberapa doa, diantaranya:

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya; tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.”

“Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini. Padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya. Dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali.”

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridai dalam perjalanan kami ini. Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh.”

“Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.”

Menyiapkan bekal makanan saat bepergian

Di samping itu, kita membutuhkan sesuatu yang dapat meringankan kepayahan dan kejenuhan dalam perjalanan. Tentu bukanlah sesesuatu yang kebetulan dan sia-sia.

Ketika Allah SWT menyebutkan makanan pada salah satu episode perjalanan Nabi Musa a.s, saat menemui hamba Allah SWT yang saleh yaitu Khidir a.s. Dia berkata kepada muridnya, ‘Aatinaa ghadaa’ana’ yang artinya ‘Bawalah kemari makanan kita’.

“Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.”

(Surah al-Kahfi, 18:62)

Dari sini kita belajar bahwa ada sebuah hiburan yang dapat meringankan beban, yaitu makanan. Apalagi perjalanan bersama keluarga, handai tolan atau teman se-profesi.

Di sinilah pentingnya menyiapkan bekal berbagai macam makanan saat hendak bepergian, sebab dengannya, seberat apapun perjalanan akan terasa ringan.