Hidangan penuh keberkahan – raihlah berkah saat Sahur!

Puasa 02 Mei 2021 Roni Haldi Alimi
Terbaru oleh Roni Haldi Alimi
Hidangan penuh keberkahan - raihlah berkah saat Sahur!
Hidangan penuh keberkahan - raihlah berkah saat Sahur! © dotshock | Dreamstime.com

Susahkan meraih keberkahan? Berkah itu dicari mudah didapati datang sendiri. Tanpa bersusah payah menggelontorkan anggaran besar pahala berkah sebagai ganjaran menanti.

Hanya dengan menyengajakan diri bangun dipenghujung malam untuk menyantap menikmati hidangan sahur. Itulah keberkahan.

Sahur dan keberkahan

Dalam Shahih Bukhari jilid 4, Rasulullah SAW mengabarkan fadhilah berupa berkah bagi sesiapa yang bersahur. Dari Anas bin Malik r.a, ia berkata, Rasulullah bersabda:

“Bersahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur terdapat berkah.”

Ibnu Mandhur, Lisanu al-‘Arab, diartikan sebagai ‘berkembang dan bertambah baik’ (an-nama ‘wa az-ziyadah) atau ‘kebahagiaan hidup’ (as-sa’adah).

Berkah itu tumbuh, bertambah, berkembang dan kebaikan yang berkesinambungan lagi abadi. Begitulah pemahaman tentang berkah disampaikan oleh pensyarah shahih Muslim, murid dari Imam Syafi’i yaitu Imam An-Nawawi Rahimahumullah.

Sejalan dengan Imam An-Nawawi, Imam Al-Ghazali memaknai berkah dengan ‘Ziyadatul Khair’ yaitu bertambahnya kebaikan. Sebagaimana tercantum dalam kitabnya Ihya Ulumuddin.

Didalam kitabnya Fathul Bari, jilid 4, Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan:

“Keberkahan dalam sahur didapatkan dalam berbagai sisi, yaitu mengikuti sunah, membedakan diri dari ahli kitab, menguatkan dalam beribadah, menambah semangat, menahan akhlak jelek dari rasa lapar, menjadi sebab memberi sedekah bagi orang yang meminta atau berkumpul untuk makan bersama. menjadi sebab untuk berzikir dan berdoa pada waktu mustajabah. Mendapatkan niatan puasa bagi orang yang lupa sebelum tidur.”

Bersahur mengamalkan sunnah

Bersahur memenuhi Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits riwayat Imam An-Nasai’ dijelaskan:

“Sesungguhnya dia adalah berkah yang diberikan Allah kepada kalian, maka jangan kalian meninggalkannya.”

Bersahur menjadi penentu pembeda antara kita dengan mereka. Bersahur miliki nilai tauhid. Abu Sa‘id al-Khudriy Radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang terdapat pada Shahih Muslim:

Sahur membedakan puasa kita dengan puasa ahli kitab

Makan sahur ternyata peroleh shalawat dari Allah dan do’a dari para malaikat-Nya. Dalam Musnad Imam Ahmad jilid 3, Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.”

Keberkahan sahur juga bersifat duniawi. Menikmati makanan dan minuman yang halal lagi disukai akan menguatkan tubuh tatkala berpuasa serta menambah semangat untuk melakukan ketaatan selama berpuasa.

Rasulullah saja bersahur walau ringan apa adanya. Dalam Sunan Abu Daud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma.”

Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim, jilid 7 berkata:

“Barakah makan sahur amat jelas yaitu semakin menguatkan dan menambah semangat orang yang berpuasa.”

Syaikh Musthafa As Siba’i pernah berpesan:

“Janganlah engkau meremehkan suatu nikmat meskipun sedikit; karena yang sedikit dari Dzat Yang Maha Mulia itu sesungguhnya banyak.”

Raihlah berkah saat Sahur

Berkah itu wahai saudaraku, berawal dari sesuatu yang sedikit jumlahnya ringan terasa. Namun ingatlah, semuanya bermula dari kecil. Karena kecil membuat besar menjadi berharga. Karena yang sedikit menjadikan banyak bernilai tinggi.

Keberkahan harus dicari, karena ia dekat lagi mudah. Dalam hidangan sahur disitu ada keberkahan. Sungguh merugi orang yang berpuasa tapi menganggap remeh lalu melalaikan sahur. Bersahurlah, raih hidangan penuh keberkahan.