Hidup bersama di jalan dakwah

Islam untuk Pemula Komiruddin
Pilihan oleh Komiruddin
Hidup bersama di jalan dakwah
Hidup bersama di jalan dakwah © Rawpixelimages | Dreamstime.com

Hidup bersama di jalan dakwah adalah kenikmatan yang tidak pernah dirasakan kecuali siapa yang menapakinya. Suka dan duka, senang dan derita ditanggung bersama.

Seperti jasad yang satu bila terluka, dirasakan sakit oleh seluruh anggota tubuh.

Hidup bersama di jalan dakwah

 “Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.”

(Hadis riwayat Muslim)

Tapi kehidupan bersama dalam dakwah tidak terlepas dari ujian. Perbedaan karakter, status sosial, umur, obsesi, kecenderungan dll akan mewarnai pergaulan kita. Bisa jadi hal tersebut memicu ketidak-senangan, iri dan dengki. Yang pada gilirannya membuat renggang kebersamaan.

Disinilah kita dituntut berlapang dada, banyak memaafkan kesalahan dan ketidak pahaman.

“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,”

(Quran surah an-Nur, 24:22)

Dan harus banyak bersabar dalam menyikapi kekurangan dan keterbatasan.

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya;”

(Quran surah al-Kahf, 18:28)

Jangan pisahkan yang berjuang bersama di jalan dakwah

Allah SWT melarang memisahkan, mengucilkan dan mengusir mereka yang berjuang bersama kita di jalan dakwah. Dari hangatnya dekapan dakwah dan indahnya persaudaraan hanya karena berbeda pendapat atau pendapatan.

Sebab semua orang sudah memiliki takdir dan bagiannya masing-masing yang dengannya kita bisa berbagi peran.

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

(Quran surah az-Zukhruf, 43:32)

Pengucilan terhadap saudara seperjuangan dengan segala bentuknya tidak akan dilakukan kecuali oleh mereka yang memilki penyakit hati, berupa cinta dunia, lalai hati dari mengingat Allah Taala dan mengikuti kehendak hawa nafsu.

 “…. dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya…”

(Quran surah al-Kahf, 18:28)

Dan Allah SWT menamakan sifat-sifat ini dengan perbuatan yang melampau batas.

‘…… dan adalah keadaannya itu melewati batas,”

(Quran surah al-Kahf, 18:28)

Maka, hendaknya kita menjadi perekat hati dan pemersatu langkah dalam dakwah agar kebersamaan tetap langgeng dan kecintaan tetap abadi.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.