Hidup optimis saat dan hari ini untuk Allah SWT!

Jiwa Umri 15-Sep-2020
dreamstime_s_188568377
Optimislah, jangan pesimis! © Sorapop Udomsri | Dreamstime.com

Optimis adalah sesuatu yang dapat menimbulkan kebahagiaan hidup. Saat anda optimis (bersemangat), coba rasakan, tentu dadamu menjadi lapang dan jiwa menjadi cerah. Secerah matahari pagi di musim kemarau.

Setiap melakukan sesuatu orang yang optimis selalu energik. Ia telah mempersiapkan diri secara matang dengan mengantisipasi rintangan dan kesulitan yang mungkin menghadangnya. Optimisme dapat membangun jiwa manusia dan sebagai pendorong demi melangkah ke arah yang lebih baik.

Namun tidak banyak orang yang optimis. Kebanyakan orang malah pesimis, mereka memandang hidup dengan tiada bersemangat. Mungkin ada kisah masa lalu yang membuat mereka menjadi pesimis atau keadaan dan kondisi anda sekarang yang membuat anda menjadi pesimis. Jangan pesimis! Optimislah.

“Allah tidak akan memberi beban (cobaan) kepada seseorang kecuali berdasarkan kadar kemampuannya.” (Surah al-Baqarah:286). Tidak usah melihat kondisi miskinmu saat ini, lihat saja Allah yang Maha Mengkayakan. Tidak usah melihat kondisi bodohmu saat ini, lihat saja Allah yang Maha Mencerdaskan. Tidak usah melihat masalahmu saat ini, lihat saja Allah yang Maha menyelesaikan semua masalah.

Hari ini adalah harimu, manfaatkan sebaik mungkin untuk berbuat kebaikan demi mencapai kebahagiaan hidup dunia akhirat. Saat datang waktu pagi jangan menunggu waktu petang datang. Hari ini engkau harus bersyukur sebab hari engkau masih menghirup udara, membuka mata dan hidup. Hidupmu bukanlah hari kemarin, yang membawa kenangan baik dan buruk.

Nabi Muhammad SAW teladan bagi kehidupan yang optimis. Belum terdengar kisahnya Nabi Muhammad SAW menyerah, kalah dan ingin berhenti melanjutkan hidupnya. Seberapapun kuatnya cobaan demi cobaan dalam hidup Baginda, Rasulullah selalu tangguh.

Suatu hari paman Nabi Muhammad SAW, Abi Thalib r.a meminta Baginda berhenti untuk menyebarkan Islam, sebab khawatir akan banyak pemimpin Quraisy yang mengancam Baginda. Namun Rasulullah menjawab: “Demi Allah paman, jika mereka meletakkan matahari dan bulan di tangan kanan dan kiriku, supaya aku meninggalkan dakwah ini. Maka tidak akan aku tinggalkan sampai aku berhasil atau aku binasa.”

Sebuah tekad super positif yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW kepada kita. Hingga Islam berjaya sampai sekarang ini. “Dan jangan lah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya yang berputus asa itu adalah kaum Kafir.’ (Surah az-Zumar : 53)

Muslim diajarkan tentang optimis, tidak ada cela untuk menyerah. Sebab Allah SWT selalu ada untuk orang-orang yang memohon kebaikan kepada-Nya. Demikianlah indahnya hidup dengan penuh optimisme, mulailah memperbaiki diri dengan dengan sifat optimis untuk masa depan yang lebih baik.