Hidup yang baik, amal ibadah dan sehat cara Rasulullah SAW

dreamstime_s_23664662
Ikhtiar hidup sehat ala Rasulullah SAW © Wong Sze Yuen | Dreamstime.com

Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk ikhtiar untuk menggapai hidup sehat. Baik ikhtiar secara fisik maupun ikhtiar secara batin. Menurut pakar kesehatan Thibbun Nabawi, Dr. Zaidul Akbar dalam buku Jurus Sehat Rasulullah, agar hidup sehat tanpa melanggar syariat, hendaknya meyakini dan menjalankan beberapa hal di bawah ini.

Semua mungkin kalau Allah SWT berkehendak

Sering kita ketemu dengan orang sakit seperti kehilangan harapan akan sembuh dari penyakit yang dideritanya. Padahal Allah SWT berfirman, “Janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” Minta saja melalui doa, apapun yang kita inginkan Insya Allah akan dikabulkan oleh Allah, karena memang begitulah janji Allah. Dengan syarat kita jalankan syariat-Nya dalam kehidupan.

Demikian juga ketika kita sedang ditimpa suatu penyakit. Ketika sakit, sering-seringlah meminta kesembuhan kepada Allah SWT dan berprasangka baiklah kepada-Nya. Semuanya mungkin bagi Allah. Jadi janganlah risau berlebihan, dan yakinlah bahwa penyakit itu akan sembuh dengan izin Allah ta’ala.

Berprasangka baik kepada Allah SWT

Menurut Dr. Zaidul Akbar, berbicara mengenai kesehatan kunci sederhana dan paling utama adalah memperbaiki amal ibadah kita terlebih dahulu. Termasuk di dalamnya berprasangka baik kepada Allah SWT. Setiap perasaan tidak senang terhadap pemberian Allah sebenarnya bentuk ujian untuk kita agar senantiasa berikhtiar untuk berprasangka baik kepada-Nya.

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT berfirman, “Allah itu baik dan hanya menerima yang baik.” Berdasarkan hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa cara mendekati Allah adalah dengan cara berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya. Lalu, kalau sudah dekat dengan Allah, apakah berarti kita tidak akan mendapatkan ujian atau musibah? Ya, tentu pasti dapat. Dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kita dalam pandangan Allah.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga bersabda mengenai Allah SWT: “Aku sesuai sangkaan hambaKu.” Artinya, jika kita menyangka Allah secara negatif, yang akan kita dapat yang negatif pula. Ketika kita berprasangka buruk kepada Allah, sebenarnya kita tengah mengeluarkan hormon negatif dalam diri kita sehingga membuat kita semakin jauh dari Allah.

Menjaga hati, iman dan pikiran

Orang-orang yang menjaga keimanannya pasti memiliki hati dan emosi yang baik. Tidak mungkin orang yang beriman sering marah-marah. Tidak mungkin orang beriman mudah berburuk sangka pada orang lain. Tidak mungkin orang beriman dan selalu menjaga keimanannya sering berbohong.

Hati yang terjaga dari hal-hal tercela pastilah didorong oleh keimanan yang memancarkan cahaya kebaikan yang tampak dari sikap, ucapan dan perbuatan yang sejalan. Mustahil hati yang penuh keimanan akan melahirkan pikiran yang kotor. Yang justru akan membuat emosi menjadi tidak stabil dan berefek kepada penyakit fisik lainnya yang tidak kita inginkan.

Beribadah dengan benar

Sehatnya Rasulullah SAW ternyata berawal dari amal yang luar biasa.  Ini juga yang diteruskan oleh generasi para sahabat. Allah SWT dan Rasulullah ternyata mengajarkan kepada kita untuk benar-benar sempurna dalam melaksanakan amal ibadah. Mengapa demikian? Karena sesungguhnya banyak sekali hikmah dan kebaikan  yang akan kita dapatkan ketika melaksanakan amal ibadah tersebut dengan baik, salah satunya adalah manfaat dalam bidang kesehatan.

Dalam hal berwudu saja misalnya, salah satu keajaiban wudu adalah ketika seseorang menghisap air melalui hidung. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa pada orang yang berwudu tidak ditemukan koloni atau kumpulan kuman pada lubang hidung mereka.

Belum lagi kalau dikaji tentang ibadah salat, selain sebagai ibadah hati, salat juga sekaligus ibadah fisik. Sehingga banyak ditemukan oleh peneliti khasiat dari setiap gerakan salat untuk kesehatan manusia. Itu semua mustahil muncul begitu saja, melainkan Allah SWT selalu menghadirkan hikmah dari setiap amal yang kita lakukan.

Demikian beberapa hal yang bisa kita praktekkan dalam kehidupan ini agar terwujud keseimbangan dalam hidup. Sakit dan sehat adalah cara Allah SWT menguji manusia. Sejauh mana ia menggunakan nikmat sehatnya untuk terus menerus menjalankan syariat Allah dalam kehidupannya. Demikian juga sebaliknya ketika sakit tetap mampu bersabar dan tidak melanggar syariat sembari tetap berusaha menjalankan ibadah kepada-Nya sesuai kadar kemampuan yang ada.