Hikmah dari kisah tiga pemuda yang terjebak di gua

Pendidikan 16 Mar 2021 Asna Marsono
Asna Marsono
Hikmah dari kisah tiga pemuda yang terjebak di gua
Hikmah dari kisah tiga pemuda yang terjebak di gua © JITD | Dreamstime.com

Tiga pemuda keluar untuk berjalan-jalan dan terjebak ke dalam bahaya. Ketiga pemuda tersebut merupakan penyembah Allah SWT yang taat. Kisah ini menceritakan ketika mereka diselamatkan dari bahaya itu oleh perbuatan baik mereka sebelumnya.

Hikmah dari kisah tiga pemuda yang terjebak di gua

Dari Abdullah bin Umar r.a, Rasulullah SAW berkata:

“Ketika tiga orang laki-laki sedang berjalan, tiba-tiba hujan turun hingga mereka berlindung ke dalam sebuah gua yang terdapat di suatu gunung. Tanpa diduga sebelumnya, ada sebuah batu besar jatuh menutup mulut gua dan mengurung mereka di dalamnya.

Kemudian salah seorang pemuda berkata pada temannya untuk mengingat amalan-amalan saleh yang pernah mereka perbuat untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Salah satu dari mereka berkata:

“Ya Tuhanku, orang tuaku sudah sangat tua dan sakit. Aku juga punya anak kecil. Aku biasa menawarkan orang tuaku minuman susu mereka sebelum anak-anakku.

Saya menghidupi mereka dengan menggembalakan ternak. Apabila pulang dari menggembala, saya pun segera memerah susu dan saya dahulukan untuk kedua orang tua saya. Lalu saya berikan air susu tersebut kepada kedua orang tua saya sebelum saya berikan kepada anak-anak saya.

Pada suatu ketika, tempat penggembalaan saya jauh, hingga saya pun baru pulang pada sore hari. Kemudian saya dapati kedua orang tua saya sedang tertidur pulas.

Lalu, seperti biasa, saya segera memerah susu dan setelah itu saya membawanya ke kamar kedua orang tua saya. Saya berdiri di dekat keduanya serta tidak membangunkan mereka dari tidur.

Akan tetapi, saya juga tidak ingin memberikan air susu tersebut kepada anak-anak saya sebelum diminum oleh kedua orang tua saya, meskipun mereka, anak-anak saya, telah berkerumun di telapak kaki saya untuk meminta minum karena rasa lapar yang sangat. Keadaan tersebut, saya dan anak-anak saya jalankan dengan sepenuh hati hingga terbit fajar.

Ya Allah, jika Engkau tahu bahwasanya saya melakukan perbuatan tersebut hanya untuk mengharap rida-Mu, maka bukakanlah suatu celah untuk kami hingga kami dapat melihat cahaya!”

Akhirnya Allah SWT membuka celah lubang gua tersebut, berkat adanya amal perbuatan baik tersebut, hingga mereka dapat melihat langit.

Orang kedua berkata:

“Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya mempunyai seorang sepupu perempuan (anak perempuan paman) yang saya sukai sebagaimana sukanya kaum laki-laki yang menggebu-gebu terhadap kaum wanita.

Pada suatu ketika saya pernah mengajaknya untuk berbuat mesum, tetapi ia menolak hingga saya dapat memberinya uang seratus dinar. Setelah bersusah payah mengumpulkan uang seratus dinar, akhirnya saya pun mampu memberikan uang tersebut kepadanya.

Ketika saya berada di antara kedua pahanya (telah siap untuk menggaulinya), tiba-tiba ia berkata: ‘Hai hamba Allah, takutlah kepada Allah dan janganlah kamu membuka cincin (menggauliku) kecuali setelah menjadi hakmu.’ Lalu saya bangkit dan meninggalkannya.

Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau pun tahu bahwasanya saya melakukan hal itu hanya untuk mengharapkan ridhla-Mu. Oleh karena itu, bukakanlah suatu celah lubang untuk kami!”

Akhirnya Allah SWT membukakan sedikit celah lubang lagi untuk mereka bertiga.

Orang ketiga berkata:

“Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya pernah menyuruh seseorang untuk mengerjakan sawah saya dengan cara bagi hasil. Ketika ia telah menyelesaikan pekerjaannya, ia pun berkata: ‘Berikanlah hak saya kepada saya! ‘ Namun saya tidak dapat memberikan kepadanya haknya tersebut hingga ia merasa sangat jengkel.

Setelah itu, saya pun menanami sawah saya sendiri hingga hasilnya dapat saya kumpulkan untuk membeli beberapa ekor sapi dan menggaji beberapa penggembalanya.

Selang berapa lama kemudian, orang yang haknya dahulu tidak saya berikan datang kepada saya dan berkata: ‘Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah berbuat zhalim terhadap hak orang lain!’

Lalu saya berkata kepada orang tersebut: ‘Pergilah ke beberapa ekor sapi beserta para penggembalanya itu dan ambillah semuanya untukmu! ‘

Orang tersebut menjawab: ‘Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu mengolok-olok saya! ‘

Kemudian saya katakan lagi kepadanya: ‘Sungguh saya tidak bermaksud mengolok-olokmu. Oleh karena itu, ambillah semua sapi itu beserta para pengggembalanya untukmu! ‘

Akhirnya orang tersebut memahaminya dan membawa pergi semua sapi itu.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengetahui bahwa apa yang telah saya lakukan dahulu adalah hanya untuk mencari rida-Mu. Oleh karena itu, bukalah bagian pintu gua yang belum terbuka!”

Akhirnya Allah Taala pun membukakan sisanya, hingga mereka dapat keluar dari dalam gua yang tertutup oleh batu besar tersebut.

(Hadis riwayat Muslim, 4926)

Pelajaran yang dipetik dari hadis

  1. Pekerja harus membayar bagian yang adil
  2. Perbuatan jujur dapat dikatakan dalam doa untuk melarikan diri dari bahaya
  3. Orang tua harus diperlakukan dengan baik. Mereka harus diberikan prioritas atas istri dan anak-anak
  4. Apa pun ibadah yang dilakukan hanyalah lillahita’ala, sangat penting untuk memiliki ketulusan hati yang penuh
  5. Hamba yang taat akan selalu mengingat Allah Taala  dalam kebutuhan apa pun, baik dia dalam kebahagiaan atau dalam kesedihan

Keberhasilan penuh tidak mungkin dilakukan tanpa ibadah renungan. Masing-masing dari ketiga pekerjaan pria ini ikhlas dan tawakkal kepada Allah SWT. Itulah sebabnya Allah menyelamatkan mereka dari bahaya melalui ibadah yang tulus.

Semoga Allah Taala memberikan kita untuk menyembah-Nya dengan pengabdian dan memberi kita kesuksesan di dunia ini dan di akhirat. Aamin yaa Robbal ‘alamin.