Hikmah di balik peristiwa

Masyarakat Komiruddin
Pilihan
Hikmah di balik peristiwa
Hikmah di balik peristiwa © Yunlutas | Dreamstime.com

Setiap kita akan menghadapi suatu peristiwa. Baik yang menyenangkan atau menyedihkan. Setiap peristiwa sejatinya akan mendewasakan, lalu memberikan pengalaman hingga pada saatnya menjadi lentera yang menerangi jalan kehidupan.

Sepahit apapun peristiwa tak patut disesali, sebab itu suratan takdir yang sudah ditetapkan, dan di sana pasti ada kebaikan.

Hikmah di balik peristiwa

Meyakini ada kebaikan dalam setiap peristiwa adalah cara seorang mukmin untuk tetap bersyukur dan bergembira serta tidak larut dalam kesedihan. Peristiwa menyedihkan akan menimpa setiap orang tak terkecuali.

Jangankan kita manusia biasa, manusia terbaik sekalipun diuji Allah SWT dengan peristiwa yang menyedihkan. Tentu kita masih ingat peristiwa Haditsul Ifki, berita bohong yang disebarkan kaum munafiqin berkenaan dengan istri Nabi Muhammad SAW, yakni sayidatina Aisyah r.a.

Peristiwa ini adalah peristiwa yang terberat yang dialami Rasulullah SAW dalam hidupnya, sebab menyangkut kehormatan. Yaitu tuduhan perzinaan atas istrinya. Adalah Ummul Mukminin Aisyah r.a difitnah telah melakukan perselingkuhan dengan Shafwan ibn Muaththal.

Betapa beratnya ujian yang dirasakan oleh  Rasulullah SAW dan Aisyah r.a. Di satu sisi Baginda sangat sayang pada Aisyah dan berpikir bahwa tak mungkin Aisyah melakukan hal sehina ini.

Di sisi lain, Rasulullah SAW sungguh tak berdaya menghadapi fitnah yang sudah menyebar luas di antero kota Madinah. Begitu pula Aisyah r.a, ia sangat terpukul karena fitnah tersebut.

Apalagi kemudian sikap Rasulullah SAW kepadanya setelah kejadian ini berubah, tak seperti biasanya. Hanya sabar dan sabar yang bisa dilakukan oleh Aisyah r.a. Setiap malam Aisyah menangis merasakan derita akibat fitnah tersebut.

Pada tiap peristiwa ada kebaikan

Sebulan lebih fitnah itu menyebar dan kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW dan Aisyah r.a cukup terganggu. Pada akhirnya, Allah SWT menurunkan ayat yang membebaskan Baginda dari fitnah yang keji tersebut.

Walau demikian, Allah SWT tetap mengatakan bahwa pada peristiwa itu ada kebaikan.

 “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu.”

(Surah an-Nur,24 ayat 11)

Peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa, kita tidak tahu hikmah apa di balik setiap peristiwa. Bisa jadi itu cara Allah SWT mengampuni dosa dosa kita dan memaafkan kesalahan kita.

Atau itu cara Allah SWT memberikan ganjaran yang besar dan mengangkat derajat kita atau mematangkan pemikiran kita. Sebab itu, berbaik sangka kepada Allah adalah jalan selamat dalam menyikapi setiap peristiwa yang kita alami.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.