Hikmah pandemi bagi guru

Pendidikan Kkartika Sustry
Terbaru oleh Kkartika Sustry
Hikmah pandemi bagi guru
Hikmah pandemi bagi guru © Odua | Dreamstime.com

Wabah pandemi sudah berlangsung lama seperti fase seorang anak yang sudah usai melewati alam kalbu seorang ibu kurang lebih sembilan bulan. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari adanya musibah ini.

Semoga kita tetap menjadi bijak dalam menyikapi kondisi krisis seperti saat ini. Pandemi COVID-19 yang tidak bisa diprediksi secara pasti penyebabnya yang melumpuhkan aktivitas umat kelas dunia, kini harus dialami juga bangsa Indonesia.

Hikmah pandemi bagi guru

Siapa yang bisa menghalangi musibah jika Allah SWT telah berkehendak. Kita hanyalah manusia dan tugas kita menerima dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi.

Bangsa Indonesia pada akhirnya mengambil berbagai kebijakan dalam mengatasi kondisi saat ini di antaranya dari aspek pendidikan. Kebijakan mengenai pembelajaran daring atau juga dikenal pembelajaran jarak jauh akhirnya diterapkan juga di Indonesia.

Ketika masa berlangsung kegiatan efektivitas pembelajaran daring ini juga menunjukkan bahwa adanya kerjasama antara guru, murid dan orangtua. Kita dapat mengambil sikap sebagai bentuk positif dari wabah yang terjadi saat ini. Hal ini juga berdampak kepada guru.

Wabah ini juga menjadi hikmah bagi para guru dengan mengimbangi kebijakan pemerintah untuk belajar daring (dalam jaringan). Ini pula para guru menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan materi.

Seperti penguasaan teknologi yang lebih canggih, pembuatan media pembelajaran berupa video dan lebih akrab dengan pendekatan terhadap anak melalui kebiasaan mereka bermain gadget. Namun, bukan berarti kita membiarkan anak untuk bermain gadget melainkan ketika ada materi pembelajaran yang diberikan guru melalui media ponsel.

Hal yang terpenting hikmah dari pandemi ini mengajarkan kita bagaimana menghormati seorang guru. Guru merupakan orang yang berilmu juga berjasa melahirkan orang-orang hebat dari perjuangannya dalam memberikan ilmu.

Mari kita hormati para guru

Selama ini sering terjadi guru hanya dilihat sebagai pengajar di sekolah. Bahkan ada oknum yang berani melawan terhadap guru hingga mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Jika siswa melakukan kesalahan maka gurulah yang disalahkan.

Jika guru memberikan sanksi ketika belajar tetapi bagi orangtua berlebihan, sekali lagi guru pula yang telah diputuskan bersalah  tidak mendidik dengan baik. Saksi sosial seringkali dialami oleh guru meski niat tulus dihatinya sering diabaikan.

Hingga saat ini ketika terjadi pandemi juga membuat para orangtua berpikir bahwa menjadi guru tidaklah mudah, Allah SWT mengangkat derajat orang yang berilmu dan melindungi mereka. Sebagaimana dalam ayatNya:

“Allah akan  mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

(Surah Al-Mujadalah, ayat 11)

Pada ayat tersebut membuktikan bahwa janji Allah SWT terhadap orang-orang yang berilmu tidak akan tersia-siakan melainkan Allah akan melindungi dan mengangkat derajat mereka.

Hal ini sesuai dengan kondisi para guru yang sebelumnya sering tidak dihargai tetapi hikmah dari pandemi inilah Allah SWT mengangkat derajat para guru. Allah memberikan pelajaran bagi siswa, orangtua maupun masyarakat lainnya untuk selalu menghormati guru dan menghargainya.

Tanpa seorang guru tiadalah generasi hebat setelah ini. Oleh karena itu, mari kita hormati para guru, sekalipun kita tidak pandai dalam mengapresiasi usaha guru miminal tidak menjadi orang yang membenci guru.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.