Ibadah dan ilmu – dua hal yang saling mendukung

Islam 10 Des 2020 Umri
Terbaru oleh Umri
Ibadah dan ilmu - dua hal yang saling mendukung
Ibadah dan ilmu - dua hal yang saling mendukung © Nikky Almon | Dreamstime.com

Ilmu tanpa ibadah atau ibadah tanpa ilmu? Tentu ini bukan pilihan untuk dipilih dalam kehidupan sehari-hari, terlebih lagi dalam urusan ibadah kepada Allah SWT.

Ibadah perlu dan ilmu juga perlu, dua hal yang saling mendukung satu sama lainnya. Jangan tinggalkan majelis ilmu dan jangan tinggalkan ibadah.

Ibadah dan ilmu – dua hal yang saling mendukung

Namun setan sangat mudah menggoda orang yang bodoh. Kebodohan membuat hati seseorang mudah goyah. Setan dengan gampang untuk menjerumuskannya ke jalan kesesatan.

Al-Hasan menceritakan bahwa ada sebuah pohon yang disembah selain Allah SWT. Lalu seorang laki-laki mendatangi pohon tersebut seraya berkata, “Sungguh, saya akan menebang pohon ini.”

Dia datang untuk menebang pohon ini dengan penuh amarah murni karena Allah SWT. Lantas, setan menemuinya dalam bentuk manusia, lalu dia berkata: “Apa yang engkau inginkan?”

Lelaki tersebut menjawab, “Saya ingin menebang pohon yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Setan berkata, “Jika engkau tidak menyembah pohon ini, maka apakah orang yang menyembahnya mengganggumu?” Dia menjawab, “Sungguh, saya akan menebangnya.”

Kemudian setan berkata kepadanya, “Apakah kamu mau sesuatu yang lebih baik buatmu? Yaitu kamu tidak menebangnya dan setiap hari kamu mendapati dua dinar di bantalmu pada pagi hari.”

Dia bertanya, “Dari siapa dua dinar tersebut?” Setan menjawab, “Dariku untukmu.” Selanjutnya dia pulang. Dia pun menemukan dua dinar di bantalnya.

Setan tidak takut dengan seorang yang berbuat tanpa ilmu

Setelah itu, keesokan harinya dia tidak menemukan apa-apa di bantalnya. Lalu dia bangkit dengan penuh emosi hendak menebang pohon. Lantas setan menjelma dalam bentuk manusia berkata, “Apa yang engkau inginkan?”

Dia menjawab, “Saya ingin menebang pohon yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Setan berkata, “Kamu bohong. Kamu tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya.”

Dia masih tetap pergi untuk menebang pohon, lalu setan membantingnya ke tanah dan mencekiknya sampai hampir mati. Lalu setan dengan penuh emosi murni karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Maka saya tidak mempunyai kemampuan untuk mengalahkanmu.”

“Maka saya menipu kamu dengan dua dinar, lalu aku tidak memberikan lagi. Ketika engkau datang dengan penuh emosi karena dua dinar, maka saya dapat menguasai kamu.”

Dikisahkan juga bahwa seseorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil beribadah kepada Allah SWT. Suatu pagi, ketika ia sedang berkeliling dia melihat di jalan sesosok manusia yang menebarkan bau tidak sedap darinya. Namun, ahli ibadah itu berpaling. Sehingga dia terlindungi dari tercium bau ini.

Demikian kisah seorang yang berbuat tanpa ilmu, setan tidak takut dengannya. Udah digoda, mudah dirayu. Ia beribadah tanpa keyakinan hati.