Ibnu Sina, ilmuwan kedokteran dunia

Dunia Kkartika Sustry 17-Sep-2020
dreamstime_s_165052523
Arca Avicenna di Taman Tiang Bendera Dushanbe, Tajikistan © Aleksandar Pavlovic | Dreamstime.com

Ibnu Sina seorang ilmuwan Muslim yang tidak diragukan lagi kemasyhurannya pada awal kebangkitan Islam. Dialah ilmuwan muslim yang mendapat gelar ‘Bapak Kedokteran Dunia’.

Sebagai umat Muslim, kita hendaknya mengenal para pahlawan yang tercatat dalam sejarah Islam yaitu mengetahui bagaimana sosok para ilmuwan, salah satunya Ibnu Sina. Ilmuwan ini lahir di Afshona, yaitu salah satu daerah Uzbekistan, tepat pada tahun 370 Hijriah dan jika dalam hitungan Masehi,  980 M.

Ia memiliki nama lengkap Syekh Rais, Abu Ali al-Huseyn bin Abdullah bin Hasan Ali bin Sina. Ia juga dikenal dengan nama Avicenna. Ia wafat pada tahun 428 Hijriah atau 1037 tahun Masehi. Artinya ketika itu usia beliau yaitu 58 tahun, meski usianya tidak selama ilmuwan lain, tetapi karya dan prestasinya sangat banyak sehingga masih berpengaruh pada saat ini.

Bukti bahwa Ibnu Sina seorang ilmuwan kedokteran yang tetap eksis hingga saat ini ditandai dengan beberapa pencapaian yang telah beliau dapatkan:

Ilmuwan cerdas sedari kecil

Ketika masih kecil pada usia 10 tahun, ia dididik oleh sang ayah untuk belajar al-Quran dan sastra, seiring dengan berjalan waktunya juga memang ilmuwan yang cerdas, namun sebelumnya ia juga sudah menguasai ilmu fiqh. Ibnu Sina memang ilmuwan yang gemar belajar, pemahaman tentang filsafat Islam sudah dikenalinya sejak kecil.

Hingga pada usia 16-18 tahun ia mulai dikenal orang yang mampu dalam bidang kesehatan sehingga banyak teman teman dan masyarakat datang menemuinya untuk berdiskusi tentang kedokteran. Lalu bagaimana dengan kita? Di usia yang masih muda, Ibnu Sina sudah menjadi pusat perhatian karena ilmunya.

Mampu mengobati Raja Bukhara di Usia 18 Tahun

Salah satu prestasi yang dicapai Ibnu Sina ketika berusia 18 tahun ia sudah mampu menyembuhkan penyakit seorang raja yang bernama Nuh bin Mansur. Pada saat itu penyakit raja Bukhara sangat parah, namun tidak ada satupun dokter yang bisa menyembuhkan. Diusianya yang masih sangat muda, Ibnu Sina sudah terkenal dengan keahlian bidang kedokteran.

Maka, Raja Nuh bin Mansur akhirnya mengundang Ibnu Sina untuk merawatnya. Alhasil raja Bukhara sembuh, sebagai imbalannya ia memberikan akses kepada Ibnu Sina untuk bisa membaca di perpustakaan pribadi raja Bukhara, sehingga Ibnu Sina mendapatkan ilmu baru.

Membuat karya di bidang kedokteran

Ya, siapa yang tidak kenal dengan salah satu karya Ibnu Sina yang terkenal yaitu sebuah buku kedokteran dengan judul ‘Al-Qanun fi at-Tib’ yang menjadi referensi para ilmuwan bahkan para dokter di Eropa juga menggunakan buku tersebut.

Buku tersebut membahas mulai dari pengertian tentang kedokteran, kemudian tentang membahas tentang obat- obatan, kemudian ada bahasan tentang penyakit pada masa itu yaitu penduduk Khawarizmia, bahkan ada beberapa penjelasan tentang penyakit yang ada hingga saat ini, juga membahas bagaimana meracik obat-obatan.

Pembaca yang dirahmati Allah SWT, masih banyak lagi uraian tentang Ibnu Sina yang tidak bisa penulis jabarkan secara detail. Namun, dari tulisan ini hendaknya kita meneladani ilmuwan ini sebagai motivasi kepada kita untuk selalu berkarya dan mengembangkan kemampuan sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain.