Ibnu Zamrak: Penyair Istana Alhambra

Seni Muhammad Walidin
Pilihan oleh Muhammad Walidin
Ibnu Zamrak: Penyair Istana Alhambra
Ibnu Zamrak: Penyair Istana Alhambra (foto: Comares’ Gate, Alhambra) © alhambradegranada.org

Jika anda mengunjungi Istana Alhambra, Granada, Spanyol, anda akan melihat banyak sekali syair Arab bertuliskan kaligrafi yang sangat indah menghias dinding istana.

Saya tergerak untuk mencari tahu, siapakah gerangan para penyair di balik tulisan kaligrafi ini?  Ternyata, salah satunya adalah Ibnu Zamrak.

Ibnu Zamrak: Penyair Istana Alhambra

Ibnu Zamrak (1333-1393) adalah seorang penyair dan negarawan keemiran Granada, Andalusia. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad Ibnu Yusuf Ibnu Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Yusuf. Ia berkarir di masa Dinasti Nasrids (Banu Nashri), penguasa Islam terakhir di Spanyol.

Dinasti Nasrids  berdiri sejak 1232 hingga 1492. Disebabkan kemunduran  kekuasaan Islam masa ini, dinasti ini membayar upeti kepada kerajaan Kristen Kastila, sebelum akhirnya menyerahkan semua tanah kerajaanya kepada Ratu Isabella I dari Kastila.

Ibnu Zamrak awalnya adalah seseorang dari kalangan sederhana dan tidak pernah berharap mencapai posisi tinggi di kerajaan. Beliau memasuki pendidikan di Granada Muslim-Hispano pada masa krisis Islam luar biasa di dunia Barat, di mana sejak abad ke-12 tidak lagi menjadi budaya tertinggi dalam budaya Mediterania.

Karir Ibnu Zamrak mulai dikenal oleh masyarakat pada saat ia dikenalkan oleh gurunya yang bernama Ibnu Al Khatib atau al-Jatib (1313-1375) di Istana Nasrids. Di sana, ia diangkat sebagai seorang sekretaris Raja Muhammad V. 

Sebagai sekretaris, ia bersama dengan dua penyair lainnya, ibnu al-Yayyab (1274-1349) dan ibnu al-Khatib (1313-1375) diberi tugas menghias dinding istana Alhambra dengan  inskripis puisi yang dipahatkan dalam bentuk kaligrafi kufi.

Karya-karya Ibnu Zamrak menghiasi dinding Alhambra

Ibnu Zamrak dianggap sebagai penyair paling brilian di antara para penyair Alhambra. Tak heran bila puisinya hampir memenuhi ruangan istana. Puisi-puisi ibnu Zamrak terpampang di bagian-bagian istana.

Kumpulan puisi-puisi yang ditemukan di dinding adalah di ruangan The Court of the Lions, The Hall of Two Sister, Fountain of Daraxa’s Garden, Daraxa’s Mirador, Tower of the Captive, Comares’ Gate, dan di ceruk dinding Northern Portico of the Generalife.

Puisi-puisi ini bercerita tentang keindahan Alhambra dan pujian untuk raja, pangeran, dan petinggi  kerajaan. Puis-puisi ini dipahat  dalam bentuk horiontal memanjang atau yang vertikal menjuntai.

Hiasan ornamen berbentuk tumbuhan dan flora menambah cita rasa keindahan pada puisi-puisi Zamrak. Landasan kaligrafi berbentuk geometrik juga menambah kesan mewah dan elegan pada puisi-puisi tersebut.

Salah satu contoh puisinya tertulis di Comares’ Gate, yaitu bagian depan utama bangunan yang  memisahkan sektor administrasi dan publik dari bagian pribadi dan lazim istana:

«I am a crown on the front of my door:
in me is the West envious of the East.
Al-Gani billah* orders me to quickly
give way to the victory, as soon as it calls.
I am always waiting to see the visage
of the king, dawn appearing from the horizon.
May God make his works as beautiful
as are his mettle and his figure»

Tidak saja di istana Alhambra, Ibnu Zamrak meninggalkan bukti bakatnya sebagai penyair pada bangunan-bangunan lambang yang kini sudah tidak lagi berdiri, seperti rumah pedesaan yang dikenal sebagai Los Alixares dan lain-lain yang terus mengejutkan dan memukau orang-orang yang berkunjung ke Granada.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.