Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Ibnu Zaydun – Penyair, birokrat, politikus dari Andalusia

Seni 22 Feb 2021
Muhammad Walidin
Ibnu Zaydun - Penyair, birokrat, politikus dari Andalusia
Ibnu Zaydun - Penyair, birokrat, politikus dari Andalusia © Victoria Shelest | Dreamstime.com

Ibnu Zaydun adalah penyair dan politikus Andalusia yang berhasil menduduki kursi menteri pada pemerintahan di negerinya melalui karya sastranya. Ibnu Zaydun beserta karyanya menjadi acuan syair arab yang berkembang di Barat (Andalusia).

Walaupun sukses dalam bidang perpolitikan dan kesusastraan. Ibnu Zaydun mempunyai sekelumit kisah cinta yang penuh guncangan bak kapal di lautan yang diterjang badai.

Biografi Ibnu Zaydun

Abu al-Walid Ahmad Ibn Zaydun al-Makhzumi atau dikenal sebagai Ibnu Zaydun lahir di Cordoba pada dan hidup antara tahun 1003-1071. Ia dikenal sebagai penyair neoklasik terbesar di Andalusia yang terkenal di Cordoba dan Sevilla.

Ibnu Zaydun tumbuh pada masa kemunduran kekhalifahan Bani Umayyah. Ia lahir dari suku  Makhzum yang merupakan keluarga bangsawan. Dengan karya sastranya dia membuat perkembangan politiknya naik dengan pesat. Namun, banyak yang tidak suka dengan Ibnu Zaydun sehingga menjebak Ibnu Zaydun dengan memfitnahnya.

Ibnu Zaydun difitnah dalam sebuah konspirasi hingga membuatnya dipenjara. Waktu yang ditentukan dalam penjara dan dijalani Ibnu Zaydun lumayan lama sehingga ia memutuskan kabur dari penjara dan pergi ke Sevilla.

Di tempat pelariannya, ia berhasil mendapatkan perlindungan dari Abbad II dan putranya al-Mu’tamid. Masa masa itu, ia sebut sebagai masa pengasingan. Ia mengisi hari-harinya dengan membuat karya-karya sastra yang berisikan nostalgia, baik kampung halamannya; Cordoba, masa mudanya, bahkan kisah cintanya.

Ibnu Zaydun dapat kembali setelah Sevilla berhasil menaklukkan Cordoba. Di sana, Ia dipercaya menduduki dua kementerian sekaligus; kementerian militer dan sebagai perdana menteri.

Posisinya di dua kementerian membuatnya mendapatkan julukan Zul Wizaratin. Di samping sebagai politikus dan birokrat, ia juga menjadi komandan perang yang disegani. Lebih dari itu, ia adalah penyair yang berhati lembut.

Ibnu Zaydun dan kisah cintanya yang gugur

Keindahan karya sastra Ibnu Zaydun juga dilatari ekspresi rasa cintanya terhadap Walladah binti Al Mustakfi. Walladah merupakan Putri penguasa Muhammad III dari Cordoba. Ia berparas indah, cantik, cerdas dan anggun.

Walladah sering mendatangkan para pujangga ke sekolah sastra miliknya untuk bertukar ilmu. Saat pertama kali Ibnu Zaydun melihat Walladah, ia jatuh cinta serta terpesona. Benih-benih cinta Ibnu Zaydun ia tuangkan dalam lantunan syair-syairnya.

Namun kisah cinta mereka sangatlah rumit. Semakin lama semakin banyak kecemburuan, kesedihan dan masalah masalah yang dapat diketahui dari karya-karya sastra mereka itu sendiri.

Ibnu Zaydun diputuskan Walladah saat ia terjebak dalam fitnah dan mengakibatkan ia dipenjara. Namun, sebuah puisi berjudul ‘Kegelapan’ memaparkan Ibnu Zaydun yang berselingkuh dengan seorang gadis budak kulit hitam sehingga Walladah meninggalkannya.

Karya-karya Ibnu Zaydun

Karya Ibnu Zaydun dituliskan dalam bahasa yang mudah dimengerti. Corak kepenulisannya pun sangat dipengaruhi oleh Al-Buhtury. Oleh karena itu, ia dijuluki Al-Buhtury dari Barat.

Keseimbangan antara kalam khabary dan insyai merupakan gaya bahasa dalam sastranya. Ia paling sering menggunakan gaya bahasa Arab thibaq (penjajaran dua kata yang berlawanan) dan muqabalah (penjajaran dua kalimat yang berlawanan).

Tema tema yang dibawakan Ibnu Zaydunpun beragam, mulai cinta, pujian, elegi dan lainnya. Genre yang paling sering digunakannya adalah puisi cinta  mengingat inspirasi karya utamanya.

Inspirasi yang diambil dari rasa cintanya terhadap Walladah binti Al Mustakfi. Tema kedua yang paling banyak adalah tema nostalgianya terhadap kampung halaman; Cordoba.