Ikrimah: Kisah masuknya Islam anak Abu Jahal

Sejarah Kkartika Sustry
Kkartika Sustry
Ikrimah: Kisah masuknya Islam anak Abu Jahal
Ikrimah: Kisah masuknya Islam anak Abu Jahal © Dmitry Orlov | Dreamstime.com

Ikrimah bin Abu Jahal, siapa yang tidak mengenal nama belakang dari seorang panglima perang tersebut ialah Abu Jahal bin ‘Amr bin Hisyam. Salah satu paman Nabi Muhammad SAW yang dihormati kaumnya dan memiliki kekuasaan yang hebat.

Sayangnya, hal tersebut tidak dimanfaatkannya dalam Islam sehingga ia tidak dikenal dengan kebaikannya dalam Islam melainkan umat muslim hanya menandainya dengan seorang yang murka terhadap Rasulullah SAW karena keteguhannya dalam memeluk agama Islam.

Ikrimah: Kisah masuknya Islam anak Abu Jahal

Abu Jahal mengingkari kebenaran agama Islam sehingga ia menjadi penentang yang paling kuat dalam ujian dakwah Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi bertolak belakang dengan keimanan yang ditunjukkan anaknya, yaitu Ikrimah bin Abu Jahal.

Ia justru mengubur kekafiran ayahnya dengan mengagungkan Allah SWT dan selalu mensupport kegiatan yang dilakukan Rasulullah SAW dalam berdakwah.

Ikrimah memiliki nama lengkap Ikrimah bin Abu jahal bin ‘Amr bin Hisyam. Ia dikenal sebagai pemuda Quraisy yang gagah berani dan tangguh dalam menunggang kuda sehingga mahir dalam berperang.

Ia yang pada awalnya mengikuti jejak ayahnya yang memusuhi agama Islam dan ikut berperang sehingga menganiaya para sahabat denga keras dan kejam hal demikian itu tidak lain atas dorongan ayahnya.

Ketika perang Badar, duka besar menimpa dirinya. Ketika itu ia sedang membantu sang ayah dalam memerangi umat Islam, namun satu hal yang tidak diinginkan, sang ayah gugur di medan perang.

Memasuki majelis Rasulullah SAW dan mengucapkan syahadat

Hal ini pula membuat Ikrimah menjadi berang dan mendendam kaum muslimin untuk membalas kematian ayahnya. Hingga pada Perang Khandak dan Fathu Makkah yang terjadi peperangan terhadap kaum muslimin tidak dimenangkan oleh kaum Quraisy.

Semua ini dimenangkan oleh umat Muslim yang dipimpin oleh Khalid bin Walid r.a. Karena hal tersebut, Ikrimah akhirnya melarikan diri ke Yaman karena ketakutan dihukum mati oleh Rasulullah SAW.

Ketika itu istrinya, Umma Hakim masuk Islam dan meminta kepada Nabi Muhammad SAW keamanan dan pengampunan terhadap suaminya, Ikrimah. Hingga akhirnya ia membujuk suaminya untuk kembali ke Mekkah dan mengatakan bahwa Rasulullah telah memaafkannya.

Ketika Ikrimah dan istrinya datang ke Mekkah kemudian ditemui oleh Rasulullah SAW sambil Baginda berkata: “Ikrimah bin Abu Jahal akan datang ke tengah-tengah anda sebagai Mukmin dan Muhajir, karena itu janganlah anda memaki ayahnya. Sebab memaki orang yang sudah meninggal berarti meyakiti orang yang hidup, padahal makian itu tidak terdengar oleh orang yang sudah meninggal.”

Ketika Ikrimah dan istrinya memasuki majelis Rasulullah SAW, ia disambut dengan penuh gembira dan disaksikan ketika ia mengucapkan syahadat.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.