Buletin SalamWebToday
Daftar untuk mendapatkan artikel SalamWeb Today mingguan!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Ilmu pengetahuan dan Islam

Islam 08 Des 2020
Sanak
dreamstime_m_123969725
Ilmu pengetahuan dan Islam © - Dreamstime.com

Metode penelitian dalam ilmu pengetahuan modern diperkenalkan oleh Roger Bacon pada abad ke-13. Kemudian, dikembangkan oleh Francis Bacon pada abad ke-16. Namun jika ditelaah lebih dalam, ternyata kajian ilmiah tersebut telah terlebih dahulu digunakan ilmuan Islam pada abad kedelapan. Demikianlah ilmu pengetahuan dan Islam.

Periwayatan hadis Nabi Muhammad SAW

Hadis Nabi adalah sekumpulan perkataan, perbuatan, ketetapan, dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan landasan syariat Islam. Metoda pengutipan hadis harus jelas sanad dan perawinya sehingga hadis tersebut bisa dijadikan pegangan (hujah) dalam beragama.

Maka, kita mengenal kibab Sahih Bukhari, Sahih Muslim dan Kutubussittah. Apa yang dilakukan imam hadis merupakan perwujudan dari sikap kehati-hatian ini sejalan dengan firman Allah SWT di dalam al-Quran.

“Dan janganlah kamu mengikuti sesua yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semuanya akan diminta pertanggungjawaban.”

(Surah al-Isra’, ayat 36)

Periwayatan hadis ini layaknya daftar rujukan dalam penulisan ilmiah modern sehingga dapat disimpulkan bahwa dasar-dasar metodologi penelitian sudah diperkenalkan oleh ilmuan Islam.

Ilmu pengetahuan dan Islam – hasil penemuan

Terdapat beberapa kesamaan hasil penemuan ilmu pengetahuan modern yang telah terlebih dahulu ditemukan oleh ilmuan Islam. Contohnya, hasil perhitungan astronomi ilmuan muslim sebelum abad ke-12 sama persis dengan analisa  para astronom abad modern. Demikian pula penemuan obat cacar oleh Ar-Razi pada abad ke-9, prosedurnya sesuai dengan yang dilakukan Pasteur sepuluh abad kemudian.

Ilmu pengetahuan bagi seorang muslim adalah rasionalisasi melalui metodologi ilmiah yang berlandaskan al-Quran dan sunnah. Sehingga motivasinya tidak sebatas kesenangan di dunia tetapi juga kebahagian di akhirat. Bentuk dorongan agama Islam untuk mempelajari ilmu pengetahuan, di antaranya:

  • Menghasilkan karya ilmiah adalah suruhan Ilahi, karena itu adalah fardu kifayah yang bernilai ibadah
  • Al-Quran menyatakan ilmu yang diberikan Allah SWT kepada manusia hanya sedikit dan masih banyak ilmu di sisi-Nya. Maka semuanya dapat dijadikan objek penelitian selagi bukan Zat Allah
  • Yang diteliti adalah sesuatu yang bermanfaat bagi peniliti dan membawa kemaslahatan bagi manusia. Pada akhirnya akan meningkatkan hakikat dan martabat manusia itu sendiri

Jika ilmu pengetahuan berpatokan pada ketiga tujuan di atas, pastilah akan selalu memiliki dampak yang positif. Begitulah Islam mengajarkan.