Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Indahnya silaturahmi – bukan hanya pada hari-hari besar keagamaan

Filsafat 06 Feb 2021
Opini oleh Tholhah Nuhin
Indahnya silaturahmi - bukan hanya pada hari-hari besar keagamaan
Indahnya silaturahmi - bukan hanya pada hari-hari besar keagamaan © Paulus Rusyanto | Dreamstime.com

Silaturahmi atau silaturrahim merupakan kata yang sangat indah dengan makna yang penuh hikmah dan manfaat bagi mereka yang mau melakukannya.

Bicara tentang silaturahmi mungkin kita lebih mengaitkannya dengan hari besar keagamaan, seperti Lebaran yang biasa kita rayakan.

Indahnya silaturahmi – bukan hanya pada hari-hari besar keagamaan

Silaturahmi, yang bermaksud tali persahabatan (persaudaraan), bukan hanya layak dijalani pada hari-hari besar keagamaan dan pada saat ada hajatan, seperti penyelenggaraan pesta dan saat ada kemalangan sekalipun.

Tapi di saat-saat tertentu, kala kita peduli dan memiliki rasa rindu ingin tahu kabar mendalam tentang orang-orang yang dulu ada di sekitar kita. Maka ketika itulah silaturahmi perlu segera dilakukan. Tak ada salahnya jika kita benar-benar mau dan peluang itu ada, kita bersilaturahmi dengan mereka.

Lihat saja beberapa hari menjelang Lebaran. Terminal, pelabuhan, stasiun bus bahkan bandara sudah begitu ramai dengan para pemudik yang siap untuk pulang ke kampung halaman mereka. Jauh hari sebelum Lebaran tiba, mereka telah memiliki tiket untuk pulang.

Alasan mereka, selain rindu dengan sanak keluarga karena selama setahun berada di negeri orang dengan beragam aktivitas, adalah karena ingin bersilaturahmi. Mumpung hari baik dan bulan baik.

Kesempatan untuk meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah terjadi, sengaja atau tidak, sangat tepat dilakukan. Lalu setelah itu berkumpul dan tercapailah sebuah silaturahmi yang diinginkan. Kerinduan mendalam pada orang tua, sanak saudara tercinta kini terlampiaskan begitu bisa berkumpul bersama merayakan hari kemenangan.

Anjuran bersilaturahmi termasuk akhlak yang mulia

Meskipun kegiatan silaturahmi ini tidak dibatasi dengan waktu dan tempat. Setiap waktu kita bisa melakukan silaturahmi. Di setiap tempat kita bisa merancanakan silaturahmi atau bersilaturrahim bersama-sama.

Silaturahmi termasuk akhlak yang mulia, dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta’ala telah menyeru hamba-Nya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia.

Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab. Di antara firman-Nya:

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.”

(Quran surah Muhammad, 47:22-23)

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

(Quran surah an-Nisaa’, 4:1)

Juga sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahmi.”

(Hadis riwayat Bukhari Muslim)