Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Informasi dan Tabayyun – ia menguatkan umat

Islam untuk Pemula 16 Feb 2021
Pilihan oleh Roni Haldi Alimi
Informasi dan Tabayyun - ia menguatkan umat
Informasi dan Tabayyun - ia menguatkan umat © Vlad Vulturar | Dreamstime.com

Kita hidup di zaman serba canggih. Zaman di mana jalannya informasi berlari bergerak kencang tak terbendung oleh siapapun juga. Informasi tak bersekat tak terbatas mampu menembus ruang dan waktu.

Di manapun berada, semua informasi begitu mudahnya dapat kita akses tanpa butuh waktu lama. Banyak sumber informasi, Koran, TV, media sosial berupa Facebook, Whatsapp, Twitter, Instagram dan bahkan BiP yang terbaru.

Derasnya arus informasi jika tak diimbangi oleh kepiawaian ilmu dan keluhuran budi, akan bisa merubah orientasi dan pola pikir manusia kepada keburukan  yang menghasilkan penyesalan di kemudian hari. Akibat keburukan yang dapat merusak hubungan antar sesama manusia.

Islam perintahkan Tabayyun

Agar keburukan berlanjut penyesalan tak terjadi menimpa, salah satu solusi yang telah ditawarkan Islam adalah tabayyun. Islam memerintahkan umatnya untuk melakukan tabayyun terhadap setiap informasi yang didapati.

Informasi yang hadir apalagi dari media sosial mestilah diuji, karena umumnya tingkat kebenarannya masih perlu diuji. Allah Taala telah mengingatkan dalam al-Quran surah Al-Hujarat, ayat 6:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa suatu berita, maka bersungguh-sungguhlah mencari kejelasan agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa pengetahuan yang menyebabkan kamu atas perbuatan kamu menjadi orang-orang yang menyesal.”

Ayat ini mengajak kita untuk berprilaku tabayyun, yaitu memeriksa kembali atau melakukan pengecekan (check and recheck). Tak langsung menerima menelan mentah-mentah suatu informasi atau berita begitu saja. Waspada dan berhati-hati terhadap suatu informasi adalah bagian dari anjuran agama.

Ada dua penekanan pesan dari surat Al-Hujarat ayat 6 tersebut. Pertama melihat kepada siapa yang membawa informasi, dan kedua terhadap isi informasi yang disampaikan.

Jika yang menyampaikan informasi adalah orang yang melakukan penyimpangan nilai-nilai agama, melakukan dosa besar dan selalu berulang melakukan dosa kecil, ditambah lagi sangat tidak terjaga muruahnya. Maka orang tersebut disebut fasik.

Bila orang seperti itu yang membawa kabar berita, maka lakukanlah tabayyun tak asal langsung terima. Proses seleksi terhadap informasi yang dibawa orang fasik penting dilakukan agar tak menimbulkan keburukan.

Kemudian tak kalah penting, perlunya tabayyun terhadap isi berita yang disampaikan. Apakah isi informasi berupa ujaran kebencian, pelecehan terhadap kehoormatan, mengandung unsur SARA mengadu domba, merusak keutuhan kesatuan negara, atau bahkan menistakan agama.

Tabayyun menguatkan umat

Tak ada ruginya kita bersikap tabayyun terhadap siapa dan apa saja. Karena prilaku tabayyun adalah perintah agama. Cuma terkadang dikarenakan kepolosan berbalut kebodohan yang dimanfaatkan atau kemaslahatan pribadi belaka, prilaku tabayyun kadang diabaikan dianggap tak biasa saja.

Ketahuilah sebagian sebab kesalahpahaman di antara manusia penyebabnya adalah terabaikannya praktek tabayyun.