Islam bukan hanya ibadah ritual

Agama Tholhah Nuhin 08-Okt-2020
dreamstime_s_15123892
Islam bukan hanya ibadah ritual © Distinctiveimages | Dreamstime.com

Seorang muslim yang telah memahami dengan baik makna ‘BerIslam’, ia akan tunduk dan taat terhadap kehendak Allah SWT. Dan Allah SWT telah menjelaskan kehendak-kehendak-Nya dalam dua bentuk.

Bagaimana kehendak Allah SWT

Pertama, kehendak Allah SWT yang bersifat pasti, mutlak, dan mengikat seluruh ciptaan-Nya, baik manusia maupun alam. Inilah yang kemudian kita sebut dengan “Sunnah Kauniyah”. Dalam pengertian ini, seluruh makhluk di jagad raya ini, telah menyatakan ketundukan dan penyerahan dirinya (berislam) kepada Allah SWT. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini;

 “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, pohon-pohon, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak diantara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”

(Surah al-Hajj: 18)

Kedua, kehendak Allah SWT yang bersifat pilihan, yaitu yang berupa aturan-aturan dan pranata sistem bagi kehidupan manusia. Inilah yang kemudian kita sebut “Syariat atau Agama”, sebagaimana yang dimaksud Allah SWT  dalam firman-Nya.

 “Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.”

(Surah al-Jaatsiyah: 18)

Melalui penjelasan di atas, manusia dan alam tidak bisa melepaskan diri dari kodratnya sebagai ciptaan Allah SWT. Karena itu, setiap penolakan terhadap kehendak-kehendak Allah, baik yang “kauniyah” maupun yang “syariah”, berarti pembangkangan terhadap Sang Pencipta, penyimpangan dari garis kebenaran, isolasi, dan berbenturan dengan alam.

Ujung dari pembangkangan itu adalah bahwa manusia selamanya akan tertolak oleh Allah SWT, alam semesta, dan  mengalami disharmoni dalam hubungan antara sesama manusia.

Islam bukan hanya ibadah ritual

Simaklah, bagaimana Allah SWT menolak mereka yang membangkang dari-Nya.

“Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

(Surah al-i ‘Imran: 85)

Simaklah juga, bagaimana alam menjadi pelit terhadap mereka.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

(Surah al-A’raaf: 96)

Karenanya, kehendak-kehendak Allah SWT yang diturunkan dalam bentuk syariat atau aturan, dan pranata sistem bagi kehidupan manusia, maka itu berarti Islam – yang menjadi nama bagi syariat tersebut – adalah jalan hidup, atau sistem yang diturunkan Allah, supaya manusia menata kehidupannya dengan sistem tersebut.

Jadi, Islam bukan hanya ritual-ritual belaka yang kita lakukan sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT. Islam jauh lebih luas daripada sekedar ritual belaka. Ia adalah sistem kehidupan yang lengkap dan paripurna, serta bersifat universal.

Islam mengatur kehidupan kita, sejak kita bangun dari tidur, sampai kita tidur kembali. Menata kehidupan kita, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Menata ibadah kita, seperti ia menata ekonomi dan politik kita.

Islam menata hukum kita, seperti ia menata kehidupan sosial budaya kita. Ia adalah al-Quran dan pedang, masjid dan pasar, agama dan negara, iman dan ilmu, serta ibadah dan seni.