Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Islam dan politik yang santun

Dunia 22 Jun 2020
Islam dan politik yang santun © Cineberg Ug | Dreamstime.com

Dalam Islam, senantiasa terdapat seluruh tata cara dan informasi dalam menjalankan kehidupan, selama di dunia maupun di akhirat. Semuanya disediakan oleh Allah SWT, sebagai salah satu tuntutan, agar hamba Nya tak menempuh jalan yang salah, dan menjauh dari-Nya. Salah satu bahasan dalam tata cara yang disebutkan dalam Islam adalah mengenai tata cara berpolitik.

Politik merupakan cara-cara yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan. Politik tidak hanya terkait dengan pemerintahan, namun dalam seluruh strategi dalam kehidupan kita sehari-hari. Islam memiliki beberapa poin yang ditekankan, dalam rangka membentuk tata cara politik yang santun dan arif.

Politik dalam Islam

Islam memandang politik sebagai salah satu tata cara silaturahmi. Dari politik ini, hubungan bilateral, ekonomi, administrasi, antar daerah, negara, keluarga, bahkan perorangan, bisa terjalin. Posisi politik dalam Islampun sangat krusial, baik dalam perjalanan dakwah para nabi dan rasul, hingga pada perluasan wilayah Islam. Politik, bisa diibaratkan sebagai sebuah gelas. Jika diisi dengan perilaku yang putih dan jernih, maka yang meminumnya pun akan sehat dan bugar. Namun, jika diisi dengan air yang keruh dan kotor, maka yang mengonsumsinya pun akan menjadi sakit.

Inilah yang menyebabkan Islam begitu menekankan untuk mengisi kegiatan politik para muslim, dengan akhlakul mahmudah, atau akhlak yang baik dan arif. Semuanya untuk menghindari perpecahan dan kehancuran, serta membawa kedamaian dan kerukunan. Saat ini banyak perilaku politik yang justru melupakan semangat Islam ini. Menggunakan politik sebagai ajang adu domba dan perselisihan. Yang nantinya hanya mendatangkan keburukan dan perdebatan yang tiada akhirnya.

Politik adalah ibadah

Jika kita menyatukan pandangan mengenai Islam dan politik, tentu saja akan masuk dalam satu muara yaitu ibadah. Dalam Islam, setiap apapun yang dikerjakan, haruslah diniatkan sebagai ibadah. Seluruh apa yang kita kerjakan, harus dikembalikan, untuk semata-mata menjalankan perintah Allah SWT.

Karena itu politik menurut Islam merupakan salah satu cara untuk berdakwah. Hindarilah menggunakan kecurangan, strategi-strategi menjatuhkan orang lain, mengungkapkan aib lawan, hingga melakukan perbuatan tak terpuji, karena politik. Tetaplah hiasi politik sebagai lampion dakwah dalam menyebarkan rahmat Islam.

Hindari guna politik untuk keburukan

Siapa yang tak kenal adab baik Rasulullah SAW? Baginda merupakan panutan dan junjungan umat Muslim, yang senantiasa menjadikan tiap perilakunya sebagai sebuah lading kasih sayang dan keikhlasan. Rupanya, Rasulullah dan kelembutan perangainya juga begitu terkenal dalam aspek politik Baginda.

Rasulullah SAW terkenal dengan politiknya yang begitu kuat. Namun selain kuat, Rasulullah juga diketahui sebagai seorang delegasi Islam yang begitu penyayang dan arif pekertinya. Inilah yang harus terus kita terapkan, hingga esok hari. Baginda berpolitik selalu mengedepankan permasalahan umat, sehingga membuatnya terus berusaha menjadi jembatan, yang bisa membawa kebaikan bagi umatnya.

Rasulullah SAW tak pernah berpolitik dengan cara yang culas. Melakukan kecurangan, dan menggunakan sikap yang congkak. Ini ia lakukan bahkan kepada non muslim sekalipun. Rasulullah justru sangat dihormati oleh raja-raja negeri seberang, yang tak memeluk agama Islam, karena sikap politiknya yang begitu teduh, dan tak mengisyaratkan kebencian.

Politik merupakan sebuah media untuk beribadah dan berdakwah. Karena itu sebaiknya kita menggunakannya dengan bijak. Hindari perilaku yang menghasut, suka berbuat curang, dan gampang untuk menerima bujuk rayu yang hasad. Gunakanlah politik sebagai salah satu bagian untuk menyebarkan kebaikan agama Islam.