Istikamah jalan selamat

Psikologi Komiruddin
Pilihan oleh Komiruddin
Istikamah jalan selamat
Istikamah jalan selamat © Odua | Dreamstime.com

Dunia ini darul bala’ atau tempat ujian dan cobaan. Semua manusia yang lahir di atas perut bumi ini pasti akan mengalami ujian. Ujian adalah cara dan sunatullah untuk menseleksi kejujuran dan kebenaran niat.

“Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.”

(Quran surah al-i Imran, 3:141)

Istikamah jalan selamat

Seseorang akan diuji dengan sesuatu yang menyenangkan, seperti harta yang melimpah, jabatan yang tinggi, kesehatan yang, pengikut yang banyak dan bentuk rupa yang menarik.

Juga akan diuji dengan sesuatu yang tidak menyenangkan, seperti kemiskinan yang mencekik, status yang tak diperhitungkan, sering sakit-sakitan, tidak punya pengikut dan rupa yang buruk.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”

(Quran surah Luqman, 31:35)

Ujian tidak akan berhenti sampai seseorang menutup matanya meninggalkan alam semesta. Tak jarang kemilau dunia dengan segala perhiasannya yang mengoda membuat seseorang limbung, hilang keseimbangan dan silau matanya sehingga berjalan tanpa arah dan tujuan.

Atau kesengsaraan hidup, kesempitan rizki dan himpitan ekonomi membuat seseorang rela menjual harga diri, menggadaikan keyakinan dan menjadi budak yang siap melaksanakan titah tuannya.

Segalanya tergantung kepada Allah Taala

Itulah sebabnya mengapa dalam setiap hari paling tidak 17 kali kita memohon kepada Allah SWT agar dimantapkan di jalan yang lurus.

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka…”

(Quran surah al-Fatihah, 1:6-7)

Jalannya para nabi, siddiqin, syuhada dan shalihin.

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

(Quran surah an-Nisa, 4:69)

Sebab mereka inilah manusia yang paling sanggup istikamah di jalan yang benar dan mampu bertahan dalam menghadapi berbagai macam bentuk ujian. Istikamah di jalan yang benar memang sulit. Sebab itu harus ada niat yang lurus dan kemauan yang kuat.

“(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.”

(Quran surah at-Takwir, 81: 28-29)

Ada kemauan yang kuatpun masih tergantung kepada kehendak Allah Taala.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.